Selamat Datang! Anda adalah pengunjung ke - ようこそ! あなたは人目のお客様に:

2013-12-17

Selamat Datang, JR East Seri 205 Eks Lintas Saikyo! (Bagian Ketiga)

Belum lama ini, saya menerima kabar bahwa pada pengiriman KRL eks JR East seri 205 yang keempat ini ada satu hal yang berbeda dibandingkan pengiriman sebelumnya, yaitu salah satu dari 2 rangkaian yang diturunkan dari kapal kargo pengangkut adalah rangkaian yang semua unitnya memiliki 4 pintu di bagian samping kiri dan kanan, dengan model formasi yang sama persis seperti KRL seri 203.

Rangkaian yang saya maksudkan itu bernomor HaE 26 atau ada juga yang menyebutkan sebagai rangkaian 204-137F, di mana sama sekali tidak terdapat satu pun unit yang memiliki 6 pintu di antaranya, dengan kata lain sama seperti seri 205 yang pernah dijalankan di jalur Keiyo (hanya saja warna stripnya adalah hijau, bukan merah muda). Perlu diketahui bahwa rangkaian HaE 26 ini adalah satu-satunya rangkaian terkirim dengan sepenuhnya terdiri dari unit 4 pintu untuk saat ini, dan tidak menutup kemungkinan akan ada rangkaian serupa yang akan dikirim pada kesempatan berikutnya.

Berikut ini penampakan rangkaian yang dimaksud:

Rangkaian HaE 26 dan lokomotif CC 201

Rangkaian lainnya yang dikirim bersamaan dengan rangkaian HaE 26 adalah HaE 23 yang memiliki unit dengan 6 pintu seperti pada pengiriman yang sudah-sudah.

Demikianlah apa yang bisa saya laporkan saat ini, semoga informasi ini bermanfaat.

Sumber dokumen: Syahri Rochmat
Penulis: Wawan

2013-12-09

[Berita] Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Pondok Ranji

Pada hari ini datang berita yang kurang mengenakkan dari jalur Serpong, di mana rangkaian KRL eks Tokyo Metro 7000 dengan nomor bodi 7121F menabrak sebuah truk tangki berisi elpiji di perlintasan sebidang bernomor 57A yang tidak jauh letaknya dari stasiun Pondok Ranji sekitar pukul 11.31 WIB, yang mengakibatkan truk elpiji yang ditabrak seketika terbakar di lokasi. Kondisi KRL yang menabrak pun tidak lebih baik, unit kereta paling depan nomor 7121 juga terguling keluar dari rel ke arah kanan karena kerasnya benturan.

Hingga saat berita ini ditulis, data korban sementara menyebutkan 2 penumpang wanita, sopir truk dan masinis tewas di tempat, asisten masinis serta teknisi rangkaian mengalami luka-luka serius dan jalur ke arah Serpong sampai Merak untuk sementara ditutup untuk lalu lintas kereta api dari kedua arah.

Menurut berbagai sumber terpercaya, sopir truk diketahui menerobos palang pintu perlintasan ketika rangkaian KRL seri 7121F tersebut tiba-tiba melintas dan langsung menghantam bagian samping truk tangki hingga menimbulkan percikan api yang menyambar persediaan bahan bakar dalam truk, sehingga menimbulkan ledakan dan muatan yang berupa gas menyebar sebagai kobaran api yang besar.

Berikut ini gambaran keadaan lokasi setelah terjadinya benturan:




Kondisi rangkaian 7121 dan truk tangki yang ditabrak di lokasi

Sumber gambar: TMC Polda Metro Jaya & arsip pribadi

Demikianlah informasi yang dapat saya sampaikan sekarang, semoga bermanfaat.

2013-12-03

Uji Coba KRL JR East Seri 205 (Bagian Pertama)

Kembali lagi bersama saya Wawan H. dalam web log JDTC di bulan terakhir tahun 2013 ini, kali ini saya mendapat kabar bahwa satu set KRL JR seri 205 dengan nomor seri HaE 15 atau 204-123 telah diuji coba pada hari ini tepatnya sekitar pukul 2 siang, di mana yang diuji adalah seluruh 10 unit kereta yang ada dalam rangkaian termasuk unit 6 pintu di antaranya.

Seperti biasanya untuk rangkaian KRL yang baru didatangkan, rute yang diambil untuk uji coba adalah Depok-Manggarai-Bogor hingga kembali lagi ke dipo Depok di mana KRL ini ditempatkan. KRL ini menggunakan model tralis hitam untuk melindungi kaca di muka, dengan strip merah kuning yang modelnya serupa dengan KRL JR seri 203.

Wujud rangkaian yang diujicoba hari ini adalah seperti berikut:

204-123 di dipo Depok [1]

204-123 ujicoba di Bogor saat hujan [2]

Demikianlah yang bisa saya sampaikan sekarang, semoga info ini bermanfaat untuk semuanya.

Terima kasih banyak untuk sumber gambar di bawah ini:
[1] Suro RF
[2] Taufik Adi Prabowo

2013-11-19

[Informasi] Pekan Perkeretaapian Nasional (Bagian 2)

Kembali bersama saya di sini dalam pemberitaan terkini seputar kereta api dalam negeri, kali ini saya akan membahas bagian lain dari pekan perkeretaapian nasional selain pameran sejarah perkeretaapian nasional di Erasmus Huis yaitu pengadaan KA Pangrango untuk relasi atau penghubung antara Bogor hingga Sukabumi.

KA Pangrango sendiri termasuk ke dalam jenis kereta api konvensional yang terdiri dari 1 unit lokomotif penggerak berjenis CC201 atau CC204, 3 unit kereta penumpang kelas ekonomi, 1 atau 2 unit kereta eksekutif dan 1 unit kereta makan dengan pembangkit yang bercorak kelas ekonomi. Untuk mendukung operasional KA ini, dua unit kereta kelas eksekutif dengan strip khas KA kelas argo juga didatangkan dari dipo kereta Semarang Poncol, yang masing-masing bernomor K1 0 02 03 dan K1 0 02 36.

Pada dinding luar kereta makan bersistem pembangkit listrik dengan genset memiliki corak batik khas daerah Sukabumi dan sekitarnya dengan kru KA yang menyediakan sistem restorasi terintegrasi seperti KA jarak menengah lainnya. Sistem restorasi ini dapat diakses oleh pengguna kelas eksekutif maupun kelas ekonomi selama rangkaian KA berjalan.

Tidak hanya itu saja, di samping stasiun Bogor yang sudah ada juga dibangun stasiun Bogor Paledang sebagai titik awal keberangkatan KA ini. Stasiun Bogor Paledang sendiri sebenarnya adalah sebuah halte pemberhentian karena hanya memiliki 1 jalur KA, yang berjarak kurang lebih 500 meter dari stasiun Bogor yang khusus melayani KRL Commuter Line. Halte tersebut dapat diakses melalui perlintasan sebidang di bagian selatan stasiun Bogor dan menjadi titik akhir dari sistem jaringan listrik aliran atas yang dipergunakan oleh layanan KRL.

Nama "Pangrango" sendiri diambil dari nama sebuah gunung yang letaknya tidak terlalu jauh dari stasiun Sukabumi dengan ketinggian kurang lebih 3.018 m dpl. Nama tersebut digunakan mengingat nama gunung Gede sudah dipergunakan oleh KA kelas argo relasi Jakarta-Bandung yang pernah beroperasi di tahun 2000-an (Argo Gede) yang selanjutnya digabungkan dengan KA kelas bisnis Parahyangan (kini menjadi Argo Parahyangan).

Untuk masa depan KA ini kemungkinan akan dilanjutkan hingga stasiun Cianjur dan Bandung setelah kondisi terowongan Lampegan memungkinkan untuk dilalui. Berbagai upaya perbaikan dan peningkatan kualitas prasarana sedang dilakukan untuk memaksimalkan potensi KA ini.

Berikut ini gambaran unit kereta kelas ekonomi yang dioperasikan dalam rangkaian KA Pangrango:

Salah satu unit kereta ekonomi Pangrango

Demikianlah informasi ini saya sampaikan, semoga apa yang saya berikan bermanfaat.

Sumber dok: arsip pribadi

2013-11-10

Visual Novel Songs: Onaji Sora no Shita de (Kazoku Keikaku Opening Theme | 家族計画 OP歌曲)

Hello again minna-sama, this time I just reinstate the "Kazoku Keikaku" visual novel opening theme for preparation since the current version is a subject to build remake version titled "Kazoku Keikaku Re: Tsumugu Ito" (家族計画 Re:紡ぐ糸), which will be released on November 29th, 2013, with new taste of opening theme later. 

Enjoy the song rhythm and seems good to find out Takayashiki family project forbidden relationships later ~

For Japanese learners, it was so many thoughts and steps to bring every best translations out, so the most proper one has been inserted with romaji arrangements to prevent confusion about letter reading methods.




Onaji Sora no Shita de
同じ空の下で
Kazoku Keikaku OP Theme


Vocal: KOTOKO
Lyrics: MOMO
Composer & Arranger: Kazuya Takase | 高瀬一矢


青く澄んだ日曜日の朝
Aoku sunda nichiyōbi no asa
The clear blue sky on Sunday morning

おはよう 何をしようか
Ohayō nani o shiyō ka
Good morning, what are you doing?

窓辺に花を咲かせて みよう
Madobe ni hana o sakasete miyō
Besides the windows flowers seen blooming

すぐに服を着替えて
Sugu ni fuku o kigaete
Time to changing clothes immediately


目に止まった腕時計の文字
Me ni tomatta udedokei no moji
My eyes stopped looking on the letters of the wrist watch
心が少し戸惑う
Kokoro ga sukoshi tomadō
Surprising heart for a while

それはもういない君の忘れ物
Sore wa mō inai kimi no wasuremono
That was no one forgotten things we have

探す君の 姿が浮かぶ
Sagasu kimi no sugata ga ukabu
Finding our figure that coming in mind


君の声聞きたくて とった受話器
Kimi no koe kikitakute totta juwaki
I want to hear your voice on the phone

でも今はまだ 繋げないね
Demo ima wa mada tsunagenai ne
But I can't made a call for now

だって君との約束 果たしてない
Datte kimi to no yakusoku hatashitenai
Because you aren't really promised to me

「もっと幸せになる」
"Motto shiawase ni naru"
"Always be happy"


この空の向こうにいる君と
Kono sora no mukō ni iru kimi to
Beyond this sky is where you are

同じ歌思い出しているね
Onaji uta omoidashite iru ne
Remembering the same song

問いかけて見上げる一瞬に
Toikakete miageru isshun ni
The moment you looking for problems 
決してそう 一人じゃない 夢が
Kesshite sō hitori ja nai yume ga
Never alone on the dream


あった
Atta
It's there


怒ることも 笑うことも
Okoru koto mo warau koto mo
To be angry and to be laugh

上手じゃない私だったね
Jōzu ja nai watashi datta ne
I was not good to doing them

浅い息でいつも呼んでいたの
Asai iki de itsumo yonde ita no
Every shallow breath always keep calling out

しがみつける何かを
Shi ga mitsukeru nani ka o
There's some thing to be seen


立 ち止まって泣きじゃくったあの日 あれは君の腕の中
Tachidomatte naki ja kutta ano hi are wa kimi no ude no naka
When we stopped to stand up and cry on that day, those things goes inside our hands 

その涙に濡れて気がついた 人はちゃんと変われるんだと
Sono namida ni nurete ki ga tsuita hito wa chanto kawarerunda to
The tears made them so wet, people are always been changed


自転車に乗って出かけ よう
Jitensha ni notte dekakeyō
Let's go out and ride a bicycle

あの腕時計が時を刻んでる
Ano udedokei ga toki o kizanderu
The wrist watch on that time becomes carved

今 君に恥じぬようにがんばろう
Ima kimi ni hajinu yō ni ganbarō
Now let's do our best to left shame things behind

「もっと大きな愛を」
"Motto ooki na ai o"
"Always have great love"


穏やかに雲が流れている
Odayaka ni kumo ga nagarete iru
The clouds flowing so gently

少 しだけ軽くなった心
Sukoshi dake karuku natta kokoro
Slightly lightened our heart for a while

広い空 この願い浮かべて
Hiroi sora kono negai ukabete
The wide sky rising this desire

君の目に届くように 風よ
Kimi no me ni todoku yō ni kaze yo
And our eyes reached by the wind

強く
Tsuyoku
To be stronger


同じ瞬間 (とき) 同じ空の下で
Onaji toki onaji sora no shita de
At the same time, under the same sky

笑っ てる そんな日々がいいな
Waraitteru sonna hibi ga ii na
Just laughing in such good days

辿り着く 君と夢と未来
Tadoritsuku kimi to yume to mirai
Struggling on our dreams and future

決してそう 一人じゃない 愛が
Kesshite sō hitori ja nai ai ga
And never, never alone because the love


あるよ
Aru yo
Is there

2013-11-08

[Informasi] Rekapitulasi Sarana Perkeretaapian KRL Jabodetabek (Per Oktober 2013)

Berikut ini penulis sajikan rekapitulasi data sementara sarana perkeretaapian berupa rangkaian KRL atau kereta rel listrik yang dikelola penggunaannya oleh PT. KAI Commuter Jabodetabek sebagai penyelenggara layanan jasa angkutan komuter berbasis rel di Jabodetabek.

Data yang penulis berikan ini merupakan data yang diperoleh sampai bulan Oktober 2013 dengan tambahan sebagian data baru yang masuk pada awal bulan ini, diurutkan berdasarkan tahun kedatangan pertama (khusus untuk KRL eks Jepang) atau tahun produksi pertama (untuk KRL buatan PT. Industri Kereta Api Madiun/INKA) yang dicantumkan dalam tanda kurung.

Catatan: Daftar sementara sarana KRL di bawah ini terdiri dari KRL dengan fasilitas pendingin ruangan (AC), dan KRL tanpa pendingin ruangan.

A. Sarana Siap Operasi

Terdiri dari perincian berikut:

1. KRL impor bekas-pakai dari Jepang
  • Seri Toei 6000 (1999) eks jalur Mita: 70 unit (22 unit kereta berkabin masinis, termasuk kabin modifikasi)
  • Seri JR East 103 (2004) eks jalur Musashino-Keiyo: 16 unit (8 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyo Metro 5000 (2006) eks jalur Tozai: 24 unit (6 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Toyo Rapid 1000 (2006) eks jalur Tozai: 24 unit (6 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyu 8000 (2005) eks jalur Toyoko: 24 unit (6 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyu 8500 (2006) eks jalur Den-en-toshi: 64 unit (16 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyo Metro 7000 (2010) eks jalur Yurakucho: 32 unit (8 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyo Metro 05 (2010) eks jalur Tozai: 56 unit (14 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri JR East 203 (2011) eks jalur Joban: 40 unit (10 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyo Metro 6000 (2011) eks jalur Chiyoda: 104 unit (26 unit kereta berkabin masinis)
2. KRL produksi INKA
  • Seri KRL-I (2001): 8 unit (4 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri KFW I-9000 Bombardier (2010): 20 unit (10 unit kereta berkabin masinis)
Total sarana siap operasi: 482 unit 

B. Sarana Cadangan *)

Terdiri dari perincian berikut:
  • Seri Tokyo Metro 5000 (2006): 6 unit
  • Seri Toyo Rapid 1000 (2006): 6 unit
  • Seri Tokyo Metro 7000 (2010): 8 unit
  • Seri Tokyo Metro 05 (2010): 16 unit
  • Seri JR East 203 (2011): 10 unit
  • Seri Tokyo Metro 6000 (2011): 26 unit
Total sarana cadangan: 72 unit

C. Sarana Tidak Siap Operasi & Tidak Siap Guna Operasi

Terdiri dari perincian berikut:
  • Seri Toei 6000 (1999): 2 unit (Tidak Siap Guna Operasi), penyebab karena kecelakaan antar KRL
  • Seri Tokyo Metro 05 (2010): 8 unit (Tidak Siap Operasi), penyebab karena anjlok
  • Seri KRL Hitachi (1997): 4 unit (Tidak Siap Guna Operasi), penyebab karena kerusakan komponen
Total sarana tidak siap operasi: 14 unit

D. Sarana Pasca Rehabilitasi (Dalam Tahap Uji Coba)

Terdiri dari perincian berikut:
  • Seri Holec AC (1997~2000): 8 unit (2 unit kereta berkabin masinis)
Total sarana hasil rehabilitasi: 8 unit

E. Sarana Tersimpan (Stored) Sebagai Efek Penghapusan Layanan Non AC

Terdiri dari perincian berikut:
  • Seri Rheostatik Mild Steel (1984): 2 unit (1 unit berkabin masinis, digabung bersama 2 unit KRL rheostatik stainless)  
  • Seri Rheostatik Stainless Steel (1986~1987): 38 unit (19 unit berkabin masinis, 16 unit murni, 2 unit digandengkan bersama dengan KRL rheostatik mild steel)
  • Seri Hitachi (1997): 16 unit (8 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Holec Non AC (1997~2000): 8 unit (4 unit kereta berkabin masinis) **) 
Total sarana tersimpan (sementara): 64 unit

F. Sarana Baru yang Masuk Per Bulan November 2013 (Dalam Tahap Adaptasi Wilayah)

Terdiri dari perincian berikut:
  • Seri JR East 205 (2013) eks jalur Saikyo: 30 unit (6 unit kereta berkabin masinis) ^)
  • Seri Holec AC (1997~2000): 8 unit (2 unit kereta berkabin masinis, pasca rehabilitasi)
Total sarana baru tahap adaptasi: 38 unit

G. Sarana Baru Dalam Tahap Rencana Kedatangan

Terdiri dari perincian berikut:
  • Seri JR East 205 (2013): 150 unit (30 unit kereta berkabin masinis)

*) berupa unit kereta tengah yang tidak digunakan dalam operasi normal karena keterbatasan panjang peron
**) data sementara yang masuk, masih dalam pemetaan lebih lanjut
^) termasuk unit kereta 6 pintu dengan dominan ruang untuk pengguna berdiri

Sebagai catatan, seluruh rangkaian KRL rheostatik berbodi mild steel yang tersisa kecuali 2 unit yang digabungkan dengan unit berbodi stainless satu demi satu telah dibawa untuk proses perucatan atau penghancuran, di mana komponen penggeraknya dikabarkan dapat digunakan kembali untuk mendukung pengoperasian KRL rheostatik berbodi stainless steel.

Demikian laporan yang dapat penulis sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan data di atas, apabila pembaca mengetahui kondisi data yang sesungguhnya silakan mencantumkan koreksi data pada kolom komentar yang tersedia.

2013-11-07

[Informasi] Perubahan Tarif Kereta Api Penumpang Kelas Ekonomi Per 1 Januari 2014

Berdasarkan informasi yang penulis peroleh saat ini, sehubungan dengan belum ditetapkannya kontrak biaya subsidi layanan atau Public Service Obligation (PSO) untuk tahun 2014 bagi angkutan KA kelas ekonomi yang dioperasikan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero), maka ditetapkan bahwa tarif untuk beberapa kereta api penumpang komersial kelas ekonomi jarak jauh dan menengah adalah sebagai berikut (tarif berlaku untuk sekali perjalanan per pengguna dewasa, relasi berlaku untuk kedua arah):

1. KA Lintas Daerah Operasi (Daop) Jarak Jauh

  • KA Logawa relasi Purwokerto-Jember, tarif Rp 100.000,-
  • KA Kertajaya relasi Tanjung Priok-Surabaya Pasar Turi, tarif Rp 115.000,-
  • KA Brantas relasi Tanah Abang-Kediri pp, tarif Rp 110.000,-
  • KA Kahuripan relasi Padalarang-Kediri, tarif Rp 105.000,-
  • KA Kutojaya Utara relasi Tanah Abang-Kutoarjo, tarif Rp 70.000,-
  • KA Bengawan relasi Tanah Abang-Solo Jebres, tarif Rp 95.000,-
  • KA Progo relasi Pasar Senen-Lempuyangan, tarif Rp 85.000,-
  • KA Pasundan relasi Kiaracondong-Surabaya Gubeng, tarif Rp 110.000,-
  • KA Sri Tanjung relasi Lempuyangan-Banyuwangi, tarif Rp 95.000,-
  • KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Jakarta Kota-Surabaya Gubeng, tarif Rp 120.000,-
  • KA Matarmaja relasi Pasar Senen-Malang, tarif Rp 130.000,-

2. KA Lintas Daerah Operasi (Daop) Jarak Menengah

  • KA Tawang Jaya relasi Pasar Senen-Semarang Poncol, tarif Rp 80.000,-
  • KA Serayu relasi Jakarta Kota-Kroya, tarif Rp 85.000,-
  • KA Kutojaya Selatan relasi Kiaracondong-Kutoarjo, tarif Rp 60.000,-
  • KA Tegal Arum relasi Jakarta Kota-Tegal, tarif Rp 50.000,-
  • KA Tawang Alun relasi Malang-Banyuwangi, tarif Rp 65.000,-
 
3. KA Antar Kota Divisi Regional (Divre) Jarak Menengah

  • KA Putri Deli (Divre I Sumut) relasi Medan-Tanjungbalai, tarif Rp 35.000,-
  • KA Siantar Ekspres (Divre I Sumut) relasi Medan-Siantar, tarif Rp 40.000,-
  • KA Serelo (Divre III Sumsel) relasi Lubuklinggau-Kertapati, tarif Rp. 55.000,-
  • KA Rajabasa Ekspres (Divre III Sumsel) relasi Kertapati-Tanjungkarang, tarif Rp 65.000,-

Ketentuan tarif baru tersebut di atas mulai berlaku pada pemesanan yang dilakukan untuk tanggal keberangkatan 1 Januari 2014 dan sesudahnya sampai ada perubahan tarif berikutnya.

Demikianlah informasi perubahan tarif kereta api ini penulis sampaikan, semoga tulisan ini bermanfaat.

2013-11-04

Selamat Datang, JR East Seri 205 Eks Lintas Saikyo! (Bagian Kedua)

Kembali lagi bersama saya, yang sepenuhnya menggantikan peran Charles-san dalam bagian pemberitaan terkini mengenai kereta api baik di dalam maupun di luar negeri...

Setelah saya berikan pandangan luar dari KRL eks Jepang yang bernama JR East seri 205, kini saya akan memberikan informasi seputar beberapa hal unik yang tidak ditemui di KRL-KRL lain yang sudah beroperasi sebelum kedatangan KRL jenis ini.

Pertama, kereta 6 pintu yang memuat lebih banyak penumpang berdiri dengan kapasitas kursi yang lebih sedikit dari kereta normal yang biasanya memiliki 4 pintu. Jenis kereta seperti ini tidak terlalu banyak dijumpai di Jepang lho, menurut penjelasan dari Charles-san sendiri hanya seri 205-0 di jalur Saikyo, 209-0 di jalur Keihin-Tohoku dan E231-0 di jalur Chuo Sobu yang seluruh rangkaiannya (205-0 dan E231-0 masih beroperasi sampai sekarang) memiliki model kereta seperti itu. Untuk operator di luar JR East, baru Tokyu 5000 produksi kedua di jalur Denentoshi yang menerapkan model 6 pintu yang demikian, itu pun berdasarkan dari model serupa yang ada di jenis E231-0.

Sekedar informasi tambahan, konsep 6 pintu atau lebih tepatnya 6 pasang pintu ini sebenarnya tidaklah benar-benar baru. Tokyo Metro sudah lebih dulu menerapkan sistem 5 pasang pintu untuk operasi KRL di jalur Hibiya, dan JR East mengembangkan konsep tersebut lebih lanjut dengan menambah 1 pasang pintu lagi.

Seperti ini bagian dalam kereta 6 pintu yang saya dapatkan gambarnya dari twitter @KRLEkonomi. Lebih banyak ruang bebas dan semua kursi yang ada di dalamnya bisa dilipat dengan satu sistem terkendali dari ruang masinis dengan kondisi seluruh penumpang diwajibkan berdiri dalam 1 kereta yang sama, menarik bukan?

Bagian dalam kereta 6 pintu

Kedua, tidak hanya itu saja, keamanan di dalam unit kereta dijamin karena sudah terpasang perangkat CCTV yang ditanam di bagian langit-langit, yang bisa diawasi dari dalam ruang masinis. Jadi, untuk melihat seperti apa keadaan bagian dalam kereta waktu sedang berjalan, masinis tidak perlu lagi meminta bantuan petugas keliling/kondektur untuk mengecek dari satu kereta ke kereta lain. Lebih efisien 'kan?

Sayangnya menurut kabar yang beredar, sistem CCTV ini ada kemungkinan untuk dilepas oleh pihak dipo/balai yasa bersama dengan fasilitas lain yang kurang dibutuhkan seperti pemanas ruangan dan lain sebagainya, karena rangkaian yang datang terlebih dahulu menjalani proses pengecekan dan pertimbangan fasilitas yang akan diberikan kepada penumpang.

Yang saya pelajari dari buku referensi penunjang yang diberikan oleh Charles-san, sistem CCTV internal rangkaian ini terutama bertujuan untuk mengurangi peluang tindak pelecehan seksual atau kekerasan fisik terhadap penumpang wanita selama perjalanan, di samping adanya fasilitas kereta khusus wanita di unit ujung atau unit kesepuluh.

Seperti inilah sistem CCTV-nya, masih dari sumber gambar yang sama dengan gambar isi bagian dalam kereta 6 pintu:

 Sistem CCTV terintegrasi

Demikianlah informasi yang bisa saya berikan saat ini. Semoga ilustrasi dan keseluruhan artikel ini bermanfaat untuk semua pembaca sekalian.

Pesan saya untuk para penumpang yang terhormat, jagalah selalu fasilitas sarana dan prasarana kereta api kita, jangan diganjal pintunya apalagi dirusak isinya. Kalau fasilitas yang ada menjadi tidak berfungsi dengan normal bukankah kita sendiri yang rugi juga?

Nantikan pembahasan berikutnya dari saya di kesempatan lainnya.

Visual Novel Songs: Junshin na Hana Uranai (Sono Hanabira ni Kuchizuke o: Michael no Otome-tachi OP Theme | その花びらにくちづけを: ミカエルの乙女たち OP歌曲)

Happy November, I started to replay a visual novel titled "Sono Hanabira ni Kuchizuke o: Michael no Otome-tachi" seeking for Reo route from yesterday, and notice the opening song is so much filling the presence of yuri-ism spirit since performed by one of the characters participating inside the story line. So I decided to insert it on this post with best matched translation included, enjoy Reo-chan pure voice ~

Besides the "poor-quality-low-profile" translation, I won't forget to insert romaji transcription to help Japanese learners somewhere, yoroshiku ~




Junshin na Hana Uranai
純真な花うらない
Sono Hanabira ni Kuchizuke o: Michael no Otome-tachi OP Theme


Vocal: Anzu Hana (Kawamura Reo CV) | 杏花
Lyrics: Anzu Hana (Kawamura Reo CV) | 杏花
Composer & Arranger: Naoya Sakurai | 櫻井直哉


スキ キライ
Suki kirai
Likes me hates me

スキ キライ
Suki kirai
Likes me hates me

スキ キライ
Suki kirai
Likes me hates me

スキ キライ
Suki kirai
Likes me hates me



ひとりぼっちの 小っぽけな世界
Hitoribocchi no chippoke na sekai
Living alone in the small world

きみに出会えて さみしい……を知ったの
Kimi ni de aete samishii o atta no
When I met you first time, I felt lonely

笑顔できゅんっと ハートが高鳴る
Egao de kyuntto hāto ga takanaru
Your smile makes my heartbeat going faster

会えない夜まで 考えてる不思議
Aenai yoru made kangaeteru fushigi
Even I think weird about you until night, I can't see you then


「じゃあね おやすみ」 それだけ君からのメール
"Ja ne oyasumi" sore dake kimi kara no mēru
"See you good night" that's all what your mail tells me

言いたい言えない ほんとはね 「好きです」
Iitai ienai honto wa ne "suki desu"
I want to say I can't tell you the fact that "I loves you"

おかしいよ まけのきぶん
Okashii yo make no kibun
It's so strange and just lose feelings


ひらり スキキライ?
Hirari suki kirai?
Surely are you love me?

トモダチナノソレトモ?
Tomodachi nano sore tomo?
Are we just friends?

ふわり 飛び越えたい 
Fuwari tobikoetai
Gently I want to jump through
 
Ah ボーダーラインを
--- bōdārain o
Ah, the border line


気持ちうらなう
Kimochi uranau
That's telling the fortune

舞い散る その花びらにくちづけを
Maichiru sono hanabira ni kuchizuke o
Spreading a kiss for floating petals


ふくらむカーテン そよ風に二人
Fukuramu kāten soyo kaze ni futari
Behind the curtain two persons are breezing

髪がふれ合う 時が止まればいいな
Kami ga fureau toki ga tomareba ii na
Hair touches each other, wishing the time can be stop


内緒ばなしで 心をつないで
Naisho ba nashi de kokoro o tsunaide
Talking secretly connecting the mind

時には涙 我慢しなくていいよ
Toki ni wa namida gaman shinakute ii yo
At that time tears don't have to stop


ねぇおしえて どこまで伝えてもいいの
Nee oshiete doko made tsutaete mo ii no
Just tell to me how far I can tell you

甘くはじける ソーダ水 な純心
Amaku hajikeru sōda mizu na junshin
With innocent heart like sweet soda water sparkling

てれてもわざと フリダシニモドル
Terete mo waza to furidashi ni modoru
Shyness makes me return from the beginning


ひらり 真ん中な この位置が切ない
Hirari man naka na kono ichi ga setsunai
Surely on the middle it feels so painful

ふわりきみからも なんてこれは夢だね
Fuwari kimi kara mo nante kore wa yume da ne
Gently from us also what kind of dreams this is


気持ちうらなう
Kimochi uranau
That's telling the fortune 

震える その花びらにくちづけを
Furueru sono hanabira ni kuchizuke o
Trembling a kiss for floating petals


きみだけに
Kimi dake ni
Just for you

きみだけに
Kimi dake ni 
Just for you

ふりつもる I love you
Furitsumoru
Lying so thick and say I love you


ひらり スキキライ?
Hirari suki kirai? 
Surely are you love me?

トモダチナノソレトモ?
Tomodachi nano sore tomo?
Are we just friends?

ふわり 飛び越えたい 
Fuwari tobikoetai
Gently I want to jump through
 
Ah ボーダーラインを
--- bōdārain o
Ah, the border line


ひらり 真ん中な この位置が切ない
Hirari man naka na kono ichi ga setsunai
Surely on the middle it feels so painful

ふわりきみからも なんてこれは夢だね
Fuwari kimi kara mo nante kore wa yume da ne
Gently from us also what kind of dreams this is


気持ちうらなう
Kimochi uranau
That's telling the fortune 

震える その花びらにくちづけを
Furueru sono hanabira ni kuchizuke o
Trembling a kiss for floating petals


スキ キライ
Suki kirai
Likes me hates me

スキ キライ
Suki kirai
Likes me hates me

スキ キライ
Suki kirai
Likes me hates me

スキ キライ
Suki kirai
Likes me hates me


……♡(スキ)
....... (suki)
....... (likes me

2013-11-03

Selamat Datang, JR East Seri 205 Eks Lintas Saikyo! (Bagian Pertama)

Sebelum ke inti pembahasan kabar hari ini, izinkan saya memperkenalkan diri sebagai pengurus kedua blog ini yang diundang untuk mengisi berita terkini tentang perkeretaapian baik di dalam maupun di luar negeri, mengingat Charles-san sebagai pemimpin blog ini akan lebih berfokus pada bagian penerjemahan dan pengetahuan teknis tentang perkeretaapian Jepang.

Untuk kabar hari ini, saya mendapat berita dari para penggemar kereta api bahwa tiga puluh unit atau tiga rangkaian seri 205 yang dulunya pernah beroperasi di jalur JR East Saikyo telah datang di Jakarta dengan kapal HHL Blue, tepatnya bersandar di dermaga 3 pelabuhan Tanjung Priok, yang mana ketiga rangkaian dikenali masing-masing dengan nomor seri HaE 7 atau 204-95, HaE 11 atau 204-99 dan HaE 15 atau 204-123. Rangkaian pertama yang diturunkan dari kapal dan sudah mulai ditempatkan di stasiun khusus angkutan barang Pasoso saat berita ini ditulis adalah HaE 15, yang mana 2 rangkaian lainnya akan menyusul segera.

Berikut ini gambar yang saya cuplik dari salah satu account facebook dengan inisial S.R:

204-123, di atas trailer

204-123, bersiap menyentuh tanah Jakarta

204-8, unit ketiga di atas trailer roda banyak

Demikianlah laporan yang bisa saya tuliskan hari ini, semoga pembaca memahami dan memakluminya.

Berdasarkan informasi yang saya terima dari pemimpin blog ini, masih tersisa 150 unit lainnya yang akan dikirim bertahap ke Jakarta sampai dengan tahun depan, dan semoga seluruh pengiriman berjalan lancar.

2013-11-02

Anime Songs: Nanairo Biyori (Non Non Biyori OP Theme | のんのんびより OP歌曲)

Hello minna-sama, today I had got a random song from autumn animation series called "Non Non Biyori" and with some deals against colleagues translation, I just share the contents for you. Enjoy the song and the moe-ness of Koma-chan ~

To help you learn Japanese, I had written the romaji and most proper English translation, hopefully they're useful for learning purpose even it seems so gross ~




Nanairo Biyori
なないろびより
Non Non Biyori OP Theme


Vocal: nano.RIPE
Lyrics: Kimiko | きみコ
Composer & Arranger: Jun Sasaki | 佐々木淳


魚になって空は海
Sakana ni natte sora wa umi
Like a fish the sea tastes like sky

飛んでるように泳いでる
Tonderu yō ni oyoideru
Swimming feels like flying

あの山をヒトツ越えたら見えてくる
Ano yama o hitotsu koetara miete kuru
Seeing all paths that goes to the mountain


真っ直ぐに伸びたあぜ道に
Massugu ni nobita azemichi ni
The footpath which grew straight

だれかの小っちゃな忘れ物
Dare ka no chiicha na wasuremono
Seems that someone goes nearby

片っぽになったクツが示すは晴れ
Katappo ni natta kutsu ga shimesu wa hare
This long meeting becomes a shiny day


ゆるやかに続いてく
Yuruyaka ni tsuzuiteku
The time still goes on slowly

日々は答えなどない
Hibi wa kotae nado nai
Everyday has no such answer


季節が水を染めて
Kisetsu ga mizu o somete
Colourful water on the spring

七色に光るよ
Nanairo ni hikaru yo
Shines like rainbow

息継ぎしたら消えた
Ikitsugi shitara kieta
Anything was lost if we didn't enjoy it


絶え間なく降り注いでる
Taemanaku furisosoideru
The thing that never vanishes

笑い声が遠くで
Waraigoe ga tooku de
Laughing voice heard from the long distance

歌うように響いてる
Utau yō ni hibiiteru
The song is still echoing


逆さになって海の底
Sakasa ni natte umi no soko
Reversed like bottom of the sea

深く潜って目を凝らす
Fukaku mogutte me o korasu
Looking carefully to dive in depth

ふたつ並んだ足跡は続いている
Futatsu naranda ashi ato wa tsuzuite iru
Footprints in pair still continues


時計は乾いた音を止め
Tokei na kawaita oto o tome
The clock sound stopped suddenly

世界は今にも消えそうだ
Sekai wa ima ni mo kie sō da
The world seems to be disappear now

片っぽになったクツを拾いにゆこう
Katappo ni natta kutsu o hiroi ni yukō
This long meeting becomes a gather to go on


夜が来て
Yoru ga kite
The night comes

朝が来て
Asa ga kite
And the morning comes

繰り返して息づく
Kurikaeshite ikizuku
With repeated breath


宝物を集めてさ
Takaramono o atsumete sa
Collecting the treasure

歌うように泳ごう
Utau yō ni oyogō
The song is still propagating through water


季節が水を染めて
Kisetsu ga mizu o somete
Colourful water on the spring

七色に光るよ
Nanairo ni hikaru yo
Shines like rainbow

息継ぎしたら消えた
Ikitsugi shitara kieta
Anything was lost if we didn't enjoy it


晴れたら手を繋いでさ
Haretara te o tsunaide sa
On the sunny day we hold both hands

雨なら潜ってさ
Ame nara mogutte sa
Passing through below the rain

染まる町を眺めよう
Somaru machi o nagame yō
Seeing the colourful town


絶え間なく降り注いでる
Taemanaku furisosoideru
The thing that never vanishes

笑い声が遠くで
Waraigoe ga tooku de
Laughing voice heard from the long distance

歌うように響いてる
Utau yō ni hibiiteru
The song is still echoing


歌うように続いてく
Utau yō ni tsuzuiteku
The song is still continuing

2013-10-08

[Informasi] Jadwal Perjalanan KRL Jabodetabek Per 1 September 2013 + Perubahan

Berikut ini penulis berikan jadwal perjalanan KRL Jabodetabek yang sudah berlaku per tanggal 1 September 2013 pasca penghapusan layanan KRL non AC beserta dengan perubahan yang akan berlaku per tanggal 9 Oktober mendatang.

Mengingat ukuran jadwal yang cukup besar, anda dapat menampilkan dan/atau mengunduh pada tautan atau link berikut ini:



Adapun perubahan yang dimaksud adalah sebagai berikut:


Demikianlah informasi ini penulis berikan, semoga bermanfaat.

Sumber informasi: PT KAI Commuter Jabodetabek (krl.co.id)

2013-10-07

Anime Songs: Jiyū no Tsubasa (Shingeki no Kyojin OP2 Theme | 進撃の巨人 OP2歌曲)

This time I just share the second opening theme of Shingeki no Kyojin anime television series, enjoy the series and the song too ~

To help you learn Japanese language, I already decided to put romaji readings and self English translations for every sentences, hopefully useful if you can't read Japanese letters or didn't understand sentence forms yet.



Jiyū no Tsubasa
Shingeki no Kyojin Second Opening Theme


Lyrics & Arranger: Revo
Vocal: Linked Horizon


Wohlan Freund!
Well friend!

Jetzt hier ist ein Sieg
This is a victory for us

Dies ist der erste Gloria
Our fame just starts here

O mein Freund!
Oh my friend!

Feiern wir diesen Sieg für den nächsten Kampf!
Let us celebrate this victory for the next battle!


「無意味な死であった」
"Muimi na shi de atta"
"They died in vain"

と…言わせない
To... iwasenai
Something that I won't let anyone say

最後の一矢(ひとり)になるまで
Saigo no hitori ni naru made
Until I become the last one standing

Der Feind ist grausam… Wir bringen…
The enemy is gruesome... we'll bring it on

Der Feind ist riesig… Wir springen…
The enemy is gigantic... we'll spring high

両手には鋼刃 (Gloria)
Ryōte ni wa 
In our both hands we hold blades of glory

唄うのは凱歌 (Sieg)
Utau no wa
And sing in the name of victory

背中には自由の翼 (Flügel der Freiheit)
Se naka ni wa
We bear the wings of freedom on our backs


握り締めた決意を左胸に
Nigishimeta ketsui o hidari mune ni
With our determination tightly held to our heart


斬り裂くのは愚行の螺旋 (Ringel de Torheit)
Kirisaku no wa
We sever this ring of folly

蒼穹を舞う―\―\―\―\
Sōkyū o mau
And dance into the blue sky


自由の翼 (Flügel der Freiheit)
Wings of freedom


鳥は飛ぶ為に其の殻を破ってきた
Tori wa tobu tame ni sono kara o yabutte kita
Didn't the birds break out of their egg shell in order to fly 

無様に地を這う為じゃないだろ?
Buzama ni chi o hau tame ja nai daro?
And not be pathetic to crawl on the ground?

お前の翼は何の為にある
Omae no tsubasa wa nani no tame ni aru
For what reason do you own the wings

籠の中の空は狭過ぎるだろ?
Kago no naka no sora wa sema sugiru daro?
When the sky inside the cage just a little more tiny?


Die Freiheit und der Tod
Freedom and the death

Die beiden sind Zwillinge
Two of them are twins

Die Freiheit oder der Tod?
Freedom and the death

Unser Freund ist ein!
Our friend is but one of them!


何の為に生まれて来たのかなんて… 小難しい事は解らないけど…
Nan no tame ni umarete kita no ka nande... komuzukashii koto wa wakaranai kedo
For what reason were we born... I don't know the answer for those confusing questions 

例え其れが過ちだったとしても… 何の為に生きているかは判る…
Tatoe sore ga ayamachi datta to shite mo... nanno tame ni ikiteiru ka wa wakaru
Even if our birth had been a mistake... I do know for what reason we are still alive

其れは… 理屈じゃない… 存在… 故の『自由』!
Sore wa... rikutsu ja nai... sonzai... yue no "jiyū"!
That's what... the undeniable existence... we alive... to live the "freedom"!


Die Flügel der Freiheit
Wings of freedom


隠された真実は
Kakusareta shinjitsu wa
The hidden truth

衝撃の嚆矢だ
Shōgeki no kōshi da
Will be the charging arrow 

鎖された其の深層(やみ)と 表層(ひかり)に潜む巨人達 (Titanen)
Tozasareta sono yami to hikari ni hisomu
It will pierce the sealed inner layer of darkness as well as giants walking outside the layer of light


崩れ然る固定観念
Kuzuresaru kotei kannen
With our previous beliefs crumbling away
 
迷いを抱きながら
Mayoi o daki nagara
Even so if we get lost feelings

其れでも尚 『自由』へ進め!!!
Sore demo nao "jiyū" e susume!!!
Let's march towards to the freedom!!!


Linker Weg?
The left way

…Rechter Weg?
Or the right way?

Na, ein Weg welcher ist?
Well, which way is the correct one?

Der Freund?
The friend?

Der Feind?
Or the enemy?

Mensch, Sie welche sind?
People, which one are you?


両手には戦意 (Instrument)
Ryōte ni wa
In our both hands we hold the instrument of our fighting

唄うのは希望 (Licht)
Utau no wa
And sing in the name light of hope

背中には自由の地平線 (Horizont de Freiheit)
Se naka ni wa
We bear the horizon of freedom on our backs


世界を繋ぐ鎖を各々胸に
Sekai o tsunagu kusari o ono ono mune ni
With the chains connecting this world in our chest 

奏でるのは可能性の背面 (Hinterfront der Möglichkeit)
Kanaderu no wa
We playing what might walk behind all chances

蒼穹を舞え―\―\―\―\

Sōkyū o mae
And dance into the blue sky

 
自由の翼 (Flügel der Freiheit)
Wings of freedom

2013-10-06

Anime Songs: Guren no Yumiya (Shingeki no Kyojin OP Theme | 進撃の巨人 OP歌曲)

Today, I want to share Shingeki no Kyojin anime television series first opening song theme, enjoy the song and the anime if you didn't watch it yet (just note: make sure you are not attacked by surrounding gigantics or titans, hahaha) ~

For Japanese learners, I still give you all sake by including romaji and proper English translation based from my knowledge and experience, especially if you can't read Japanese letters.


Guren no Yumiya
Shingeki no Kyojin First Opening Theme


Lyrics & Arranger: Revo
Vocal: Linked Horizon


Seid ihr das Essen?
Are you the prey?

Nein, wir sind der Jäger!
No, we are the hunters!


踏まれた花の 名前も知らずに
Fumareta hana no namae mo shirazu ni
The trampled flower name is still unknown

地に堕ちた鳥は 風を持ち侘びる
Chi ni ochita tori wa kaze o machiwabiru
The fallen bird yearning the wind to come


祈ったところで 何も変わらない
Inotta tokoro de nani mo kawaranai
No matter how long you pray, nothing things will change 

不本意な現状(いま) を変えるのは 戦う覚悟だ...
Ima o kaeru no wa tatakau kakugo da
To change this moment is the effort to fight


屍踏み越えて 進む意志を 嗤う豚よ
Shikabane fumi koete susumu ishi o warau buta yo
Pigs that sneer at the resolve to climb over corpses and advance through
 
家畜の安寧 ...虚偽の繁栄 ...死せる餓狼「自由」を!
Kachiku no annei ...kyogi no han'ei ...shiseru garō "jiyū" o!
Have peace as living being... live in false prosperity and become as free as starving wolves!

囚われた屈辱は 反撃の←嚆-< だ 城壁の其の彼方 獲物を屠る狩人 (Jäger)
Torawareta kutsujoku wa hangeki no ←koushi-< da  jōheki no sono kanata emono o hofuru
The counter attack begins by the humiliation of captivity and beyond the walls hunters slain their prey  

迸る 《殺意》に 其の身を灼きながら 黄昏に緋を穿つ--
Hotobashiru shōdō ni so no mi o yaki nagara tasogare ni hi o ugatsu --
The body burned by overflowing impulse to kill and torn the twilight to scarlet 


←紅蓮の弓矢-《《
Guren no yumiya
With the crimson bow and arrow


←<を番え追い駈ける標的は逃さない
Ya o tsugae oikakeru yatsu wa nigasanai
Prepare the bow and don't let enemies escape by chasing them 

←<を放ち追い詰める決して逃さない
Ya o hanachi oitsumeru kesshite nigasanai
Fire the bow and never let enemies escape by cornering them 

限界まで引き絞る はち切れそう弦
Genkai made hikishiboru hachikire sō tsuru
The string on the bow pulled until it's ready for snap 

《標的》が息絶えるまで 何度でも放つ
Yatsu ga ikitaeru made nando demo hanatsu
Endless effort continues until the target has fallen dead 


獲物を殺すのは
Emono o korosu no wa
The prey was killed

凶器でも 技術でもない
Dōgu demo gijutsu demo nai
Not just by the weapon or the skill 

研ぎ澄まされた お前自身の殺意だ
Togisumasareta omae jishin no satsui da
But the decided will to kill themselves
 

Wir sind der Jäger 焔のように熱く!
------------------- honoo no yō ni atsuku!
We are the hunters hot like flames!

Wir sind der Jäger 氷のように冷ややかに
------------------- koori no yō ni hiyayaka ni
We are the hunters cold like ice

Wir sind der Jäger 己を←<に込めて!
------------------- onore o ya ni komete!
We are the hunters so draw yourself into the arrow! 

Wir sind der Jäger 全てを貫いて征け!
------------------- subete o tsuranuite ike!
We are the hunters so pierce all that comes against you! 


何かを変える事が出来るのは
Nani ka o kaeru koto ga dekiru no wa
Those that can reach their goal  

何かを捨てる事が出来るもの
Nani ka o suteru koto ga dekiru mono
Are those that can withdraw for their goal 

何ひとつ危険性 (リスク) 等 背負わないままで 何かが叶う等...
Nani hitotsu risuku nado se owanai mama de nani ka ga kanau nado
Thinking that a dream come true without taking a risk


暗愚の想定 ...唯の幻影 ...今は無謀な勇気も...
Angu no sōtei tada no gen ei ima wa mubō na yūki mo
Foolish indecisiveness and nothing more than an illusion what even now reckless bravery 

「自由」の尖兵 ...賭けの攻勢
"Jiyū" no senpei kake no kōsei
The pawn of freedom and the charge of assault

奔る奴隷に勝利を!
Hashirudorei ni shōri o!
Victory to the slave that runs!
 

架せられた不条理は 進撃の←嚆-<だ
Kaserareta fujōri wa shingeki no ←kōshi-< da
The weird things in life is the beginning of the onslaught  

奪われた其の地平 「自由」 (せかい) を望むあの日の少年 (Essen)
Ubawareta sono chihei "sekai" o nozomu
The stolen lands and the world itself as the boy desires

止めどなき 《殺意》に 其の身を侵されながら 宵闇に紫を運ぶ---
Tomedo naki shōdō ni sono mi o okasare nagara  yoiyami ni shi o hakobu - - - As unstoppable rage penetrates him he brings violet skies to the dusk


←冥府の弓矢-《《
Meifu no yumiya
The bow and arrow of hell

2013-10-05

[Topik Khusus] Pekan Perkeretaapian Nasional (Bagian 1)

Pekan lalu merupakan pekan dengan suasana yang berbeda dengan biasanya, yang dimulai sejak 27 September di mana pada stasiun terminus Jakarta Kota yang setiap harinya dipadati oleh pengguna dengan kondisi stasiun yang biasa-biasa saja mendadak menjadi pusat perhatian, karena di jalur 3 yang dahulunya digunakan untuk perhentian akhir kereta api rel listrik (KRL) tujuan Tangerang dan Bekasi pada masa Divisi Jabodetabek dan sebelum penerapan sistem 6 rute terdapat 3 unit sarana spesial yang jarang sekali terlihat beroperasi di lintas mana pun juga.

Ketiga sarana tersebut adalah satu unit lokomotif listrik ESS 3201 buatan Werkspoor Amsterdam yang dioperasikan mulai 6 April 1925 bernomor produksi 547 (lihat juga tulisan ini) dengan sistem kelistrikan dan bodi yang diperbaharui sejak 29 Juli 2007 yang lalu sampai uji coba pengoperasian ulang perdana pada 18 Juli 2012, beserta pengiring berupa 2 unit kereta penumpang dengan nomor IW 38221 dan IW 38212 yang dikenal sebagai rangkaian kembar Djoko Kendil (sebagai catatan, pada unit IW 38212 terpasang generator set untuk menyuplai kelistrikan di dalam kereta).

Proses revitalisasi sarana ESS 3201 yang berkonfigurasi bogie 1-Bo'-Bo'-1 (1 sumbu roda idle ujung I, 2 sumbu roda bermotor penggerak bagian depan, 2 sumbu roda bermotor penggerak bagian belakang dan 1 sumbu roda idle ujung II) oleh tim kerja Balai Yasa Manggarai sendiri memakan waktu hampir 5 tahun lamanya dengan perubahan total di bagian traksi penggerak, di mana sistem transmisi asli buatan Heemaf-Westinghouse digantikan dengan komponen yang diambil dari eks rangkaian KRL non AC jenis rheostatik yang sudah tidak lagi digunakan. Warna lokomotif yang semula didominasi putih krem pun diubah menjadi warna biru yang terkesan lebih elegan dan sejuk dipandang.

Beralih kepada 2 unit di belakangnya, IW 38221 dan IW 38212 sendiri merupakan unit eks rangkaian Nacht Express (secara literal berarti "ekspres malam"), yang didatangkan Staatspoorwegen (SS) dari pabrikan Beynes di Prancis pada 1938 dengan penomoran awal SS 9000. Dengan berjalannya waktu, unit-unit kereta ini beberapa kali mengalami proses turun kelas hingga unit IW 38212 terakhir kali dioperasikan sebagai kereta ekonomi berkode CW 38 201 sebelum diubah ke model penomoran K3-38201, di mana unit IW 38221 terakhir kali tercatat berkode NRU 38201.

Nama "Djoko Kendil" sendiri dipilih oleh tim Balai Yasa Sarana Kereta di Surabaya Gubeng (kode: SGU) yang diambil dari sebuah tokoh legenda dari Yogyakarta, yang mana Djoko Kendil merupakan rakyat jelata nan miskin yang dikutuk sejak lahir menjadi sosok buruk rupa, hingga akhirnya mendapatkan pasangan seorang putri bungsu dari raja di daerahnya dan berubah menjadi sosok ksatria. Gambar periuk di bodi kereta tersebut adalah simbol dari tubuh Djoko Kendil yang dikisahkan seperti demikian.

Djoko Kendil sendiri dirancang seperti layaknya KA eksekutif masa lampau dengan fasilitas kursi sofa, meja berbentuk bundar, televisi besar berukuran 36 inci, minibar, dan balkon untuk melihat pemandangan di salah satu ujungnya. Kedua unit IW demikian sengaja dimodifikasi dari model penyambungan biasa menjadi satu kesatuan unit yang saling tak terpisahkan, sehingga keduanya selalu berdampingan saat dibawa ke mana pun.

Ketiga unit tersebut ditampilkan untuk umum di stasiun Jakarta Kota selama 2 hari, di mana pada waktu menjelang sore di hari pertama dan pada akhir peringatan hari perkeretaapian nasional pada 28 September lalu keseluruhan sarana tersebut kembali ke dalam lingkungan Balai Yasa Manggarai.


Eksterior

Interior

Demikianlah tulisan pertama mengenai pekan perkeretaapian nasional ini penulis sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

Informasi lanjutan mengenai pekan perkeretaapian nasional yang telah berlangsung akan penulis berikan dalam kesempatan berikutnya.


Sumber data dan informasi: PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Heritage
Sumber dokumentasi: S.T.

2013-09-28

[Topik Khusus] Tragedi Shigarakigūshi 14 Mei 1991

Pada kesempatan ini penulis akan memberikan penjelasan lengkap mengenai tragedi kecelakaan Shigarakigūshi yaitu tragedi tabrakan kereta api terbesar dalam sejarah perkeretaapian Jepang, yang mana melibatkan dua rangkaian kereta api dari dua operator berbeda yaitu JR West dan Shigaraki Kogen Railway (SKR, selanjutnya disebut Shigaraki Railway) yang terjadi pada 14 Mei 1991.

Penulis berharap peristiwa ini dapat menjadi evaluasi bagi perkembangan perkeretaapian di Indonesia, khususnya yang masih menggunakan lajur tunggal dalam operasinya.

Secara struktur tulisan ini dibagi ke dalam 7 bagian utama, dimulai dari kondisi jalur hingga dampak dari kecelakaan tersebut.

1. Keadaan Sekitar Lokasi

Lokasi kecelakaan berada di sebuah tikungan dengan sudut tajam antara stasiun Shigarakigūshi dan stasiun persinyalan Onotani (Onotani Shingojo/小野谷信号場) pada jalur milik Shigaraki Railway, di mana stasiun khusus persinyalan tanpa peron tersebut adalah satu-satunya tempat yang aman untuk melakukan persilangan atau penyusulan kedua KA yang berjalan baik searah maupun yang masing-masing berlawanan arah di sepanjang jalur tersebut. Tidak jauh dari lokasi terdapat lajur jalan raya 2 arah yang hampir sejajar dengan jalur rel dan rerimbunan pohon di sekeliling yang berpotensi menghalangi pandangan masinis saat berada di tikungan.

2. Sarana dan Prasarana

Kondisi sarana dan prasarana saat terjadi kecelakaan adalah sebagai berikut:
  • Model jalur: lajur tunggal (single track), panjang total 14,7 kilometer
  • Sistem persinyalan: elektrik dengan model interlocking terpisah antara kedua operator
  • Elektrifikasi: tidak ada
  • Sarana yang digunakan: kereta rel diesel dengan 2 atau 3 unit kereta per rangkaian
  • Jumlah stasiun: 7 (1 terminus, 1 stasiun sinyal, 4 halte pemberhentian dan 1 stasiun pangkal)
Rangkaian yang terlibat memiliki konfigurasi sebagai berikut:

a. KA 501D (JR West) 

Jenis: Kereta Rel Diesel (KRD)
Model unit: KiHa 58 batch 1000, produksi Fuji Heavy Industries
Formasi: 3 unit kereta per rangkaian (KiHa 58 1023 berada di ujung arah Shigaraki, sementara nomor unit lainnya belum diketahui pasti)
Jumlah penumpang: 716 orang
Jumlah kru: 2 orang (1 masinis & 1 asisten masinis)
Sifat layanan: ekspres cepat (langsung di setiap halte) menuju stasiun Shigaraki

 
KiHa 58 1022, serupa dengan KiHa 58 1023 yang terlibat benturan

b. KA 534D (Shigaraki Kogen Railway)

Jenis: Kereta Rel Diesel (KRD)
Model unit: SKR 200 jenis LE-DC (Light Economy Diesel Car), produksi Fuji Heavy Industries
Formasi: 3 unit kereta per rangkaian (SKR 202 + SKR 204 + SKR 205)
Jumlah penumpang: kurang lebih 50 orang (perkiraan)
Jumlah kru: 2 orang (1 masinis & 1 asisten masinis)
Sifat layanan: lokal (berhenti di semua stasiun) menuju Kibukawa

SKR 202 dan SKR 204, saat permulaan operasi tahun 1988

3. Proses Keberangkatan & Kondisi Lintas

KA 501D yang mengangkut penumpang yang akan menghadiri festival keramik dunia di Shigaraki saat itu berangkat sekitar pukul 9.30 dari stasiun Kyoto melewati lintas Kusatsu di Kameyama, prefektur Mie. Perjalanan dari Kyoto berlangsung lancar dan KA 501D tiba sekitar pukul 10.16 waktu setempat di stasiun Kibukawa dengan panduan dari pusat kendali wilayah Kameyama.

Rangkaian KA 501D memasuki jalur di sebelah peron 1 lintas Kusatsu yang mengarah ke stasiun Tsuge, yang memiliki sinyal keluar berkode 8R. Stasiun Kibukawa sendiri secara keseluruhan memiliki 6 jalur dengan pembagian sebagai berikut:

a. Jalur lintas Omi
1 & 2 = terminus untuk arah Yokaichi, Hikone dan Maibara

b. Jalur lintas Kusatsu
1 = arah Tsuge
2 = untuk penyusulan
3 = arah Kusatsu/Kyoto

c. Jalur Shigaraki Railway
1 = arah Shigaraki, diisi rangkaian KA 501D

Di lain pihak, rangkaian KA 534D menunggu waktu keberangkatan dari stasiun Shigaraki di jalur 1 dipandu kode sinyal keluar 22L dengan pemetaan jalur sebagai berikut:

Jalur 1 = arah Kibukawa, diisi rangkaian KA 534D
Jalur 2 = jalur pemberangkatan, terminus
Jalur 3 = jalur simpan, terminus (kosong)

4. Tahap Menuju Bencana

KA 501D mengalami keterlambatan selama 2 menit di stasiun Kibukawa karena menunggu perintah dari pusat kendali, di mana aspek sinyal berwarna hijau diberikan setelah ada kepastian amannya jalur yang akan dilalui.
Di lain pihak, kru Shigaraki Railway mengalami masalah dengan sistem persinyalan di stasiun Shigaraki dalam beberapa hari sebelum kejadian di mana pada keadaan tertentu sinyal keluar arah Kibukawa selalu menunjukkan warna merah, dan dengan asumsi bahwa persilangan dengan KA 501D akan dilakukan di stasiun persinyalan Onotani, pada pukul 10.24 waktu setempat KA 534D diberangkatkan melalui prosedur darurat atau disebut juga sebagai keadaan MS (melanggar sinyal).

KA 501D memasuki sinyal masuk stasiun persinyalan Onotani (12R) kurang lebih 5 menit sebelum benturan, di mana aspek sinyal keluar stasiun tersebut (13R) menunjukkan aspek warna hijau sebagai pertanda petak antara Onotani dan Shigaraki aman untuk dilalui. Di saat yang hampir bersamaan, kru KA 534D yang tiba di Shigarakigushi melihat posisi sinyal keluar stasiun berada pada keadaan warna kuning, yang mana seharusnya menunjukkan warna merah karena keberadaan KA 501D di antara petak jalur tersebut.

Sampai dengan penjelasan sebagaimana tersebut di atas, kesalahan utama terletak pada kru Shigaraki Railway di stasiun Shigaraki yang memberangkatkan KA 534D meskipun sinyal keluar menunjukkan aspek yang sebenarnya (aspek sinyal merah). Akan tetapi, penyebab sesungguhnya dari kecelakaan ini ternyata bukanlah karena kesalahan manusia, namun karena ketiadaan kesepakatan mengenai standar modifikasi sistem persinyalan.

5. Detik-detik Sebelum dan Sesudah Benturan

Dalam waktu bersamaan KA 501D dan KA 534D melaju dalam 1 lajur yang sama dengan arah yang berlawanan, di mana kru Shigaraki Railway di stasiun Shigaraki sedikit merasa cemas dengan keputusan semula memberangkatkan KA 534D tanpa pemberitahuan lanjutan kepada petugas di stasiun Kibukawa. Penumpang kedua KA pun tidak mengetahui bahwa telah terjadi miskomunikasi persinyalan antara kedua stasiun tersebut.

Tanpa upaya pencegahan apapun dari kedua operator, masinis KA 501D melajukan kereta ke arah hilir melewati stasiun persinyalan Onotani hingga mencapai sebuah tikungan tajam yang di sekitarnya dipenuhi rerimbunan pohon-pohon yang merintangi pemandangan di ujung lain tikungan, sehingga tidak melihat keberadaan KA 534D yang tiba-tiba muncul dari arah berlawanan tanpa memberikan isyarat apapun.

Benturan antara kedua KA terjadi sekitar pukul 10.35 waktu setempat, di mana unit SKR 202 yang berada pada posisi paling depan arah Kibukawa menumbur muka kabin masinis unit KiHa 58 1023 dengan kecepatan yang cukup tinggi, sehingga mengakibatkan unit SKR 202 mengalami efek teleskopik (unit terangkat dari rel) karena dorongan dari unit SKR 204 di belakangnya. Empat kru operasional yang berada di kabin masinis terdepan dari kedua KA pun tewas seketika tanpa sempat menyelamatkan diri.

 Situasi beberapa saat pasca benturan (courtesy Sydrose)

Unit SKR 204 juga diketahui mengalami kerusakan serius pada salah satu ujung berkabin masinis, sehingga 4 bulan kemudian bersama unit SKR 202 dinyatakan tidak lagi layak dioperasikan dan dirucat karena kerusakan yang tak dapat diperbaiki oleh pihak Shigaraki Railway. Unit ketiga tidak mengalami kerusakan dan masih dioperasikan hingga saat ini.

Di pihak JR West, hanya 1 unit terdepan yaitu KiHa 58 1023 yang mengalami kerusakan serius berupa patah pada bodi bagian tengah dan kabin masinis yang remuk, sehingga unit tersebut terpaksa dirucat beberapa minggu kemudian. Unit kedua dan ketiga yang berada di belakangnya tidak mengalami kerusakan yang berarti dan masih layak untuk dioperasikan.

Akibat benturan yang dialami kedua KA pada tikungan tersebut, sebanyak 4 kru KA beserta 30 penumpang KA 501D dan 12 penumpang KA 534D tewas, sementara 614 orang mengalami luka-luka yang bervariasi antara luka berat, sedang dan ringan. Kecelakaan ini mengakibatkan penundaan operasional lintas Shigaraki hingga proses investigasi selesai dilakukan.

6. Upaya Pasca Kecelakaan

Proses evakuasi dilakukan dengan mengerahkan crane untuk mengeluarkan sisa-sisa benturan kedua KA dari jalur rel dan menyelamatkan penumpang yang tewas di tempat kejadian maupun yang terluka. Selain itu dilakukan juga pemotongan unit yang mengalami kerusakan guna mengeluarkan korban yang terjepit bodi kereta yang remuk, di mana selama proses evakuasi dilakukan perjalanan KA dari kedua arah sepenuhnya terhenti. Shigaraki Railway sendiri baru memulai operasi kembali pada bulan Desember 1991 dengan menonaktifkan stasiun persinyalan Onotani, sekaligus juga mengurangi beberapa perjalanan KA menjadi satu kali dalam satu jam di mana operasi berlangsung hanya pada satu arah (hulu atau hilir) pada selang waktu tersebut.

Upaya melalui jalur hukum dilakukan terhadap kedua operator yang rangkaiannya terlibat tabrakan di pengadilan distrik Otsu pada 8 tahun setelah kejadian, dan pada tahun 2002 di pengadilan tinggi Osaka pihak JR West menyetujui bahwa perusahaan tersebut telah melakukan kelalaian prosedur operasi sarana dan prasarana perkeretaapian sehingga mengakibatkan kecelakaan.

7. Dampak Terhadap Masyarakat & Sistem Perkeretaapian Setempat

Penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan menunjukkan bahwa terdapat modifikasi sepihak pada sistem interlocking persinyalan di antara kedua operator, yang mana menyebabkan kebingungan pada kru Shigaraki Railway sehingga memberangkatkan KA 534D pada kondisi darurat dengan sistem MS. Selain itu, pada hari yang sama, festival keramik dunia yang diadakan di Shigaraki pun dihentikan untuk sementara selama 1 hari sebagai tindak lanjut dari kecelakaan yang terjadi.

Dampak lainnya dari kecelakaan tersebut yaitu berupa penghentian semua layanan perjalanan terusan ekstra atau non reguler dari operator pecahan grup JNR (JR Hokkaido, JR East, JR Central, JR West, JR Shikoku & JR Kyushu) ke bagian jalur milik operator swasta yang tergolong ke dalam kategori "kelas 3" seperti Kashima Rinkai Railway. JR West sendiri resmi menghentikan layanan perjalanan terusan ke jalur Shigaraki Railway saat operasi di lintas Shigaraki kembali berlangsung normal.

Selain itu, faktor keselamatan unit KRD yang dipergunakan Shigaraki Railway saat terjadi kecelakaan yaitu jenis LE-DC produksi awal pun sempat dipertanyakan, sehingga Fuji Industries melakukan pengembangan lebih lanjut pada produksi model LE-DC berikutnya untuk operator-operator swasta kelas 3 lain dengan peningkatan fasilitas keamanan bagi kru di dalam kabin dan juga pengguna.

Kini, di lokasi tempat terjadinya kecelakaan telah dibangun sebuah monumen peringatan untuk mengenang peristiwa kecelakaan tersebut.

Monumen peringatan tragedi Shigarakigushi, tampak 2 unit SKR 310 melewati rel di samping kanan

Demikianlah bahasan khusus mengenai kecelakaan KA di Shigarakigushi ini, semoga informasi yang diberikan bermanfaat bagi semua pembaca.

Sumber informasi: Sydrose, Sozogaku Data Page
Sumber gambar: Sydrose & Wikimedia Commons

2013-09-26

[Informasi] Rencana Kedatangan KRL JR East Seri 205 (Bagian 1)

Belum lama ini, penulis menerima kabar bahwa dua rangkaian seri 205 bernomor seri HaE 7 (ハエ7) dan HaE 15 (ハエ15) sudah berada di pelabuhan Niigata bagian timur, setelah sebelumnya berada di dipo Takasaki di mana telah dilakukan proses pemindahan dari dipo Kawagoe di lintas Saikyo yang menjadi asal rangkaian tersebut.

Rangkaian yang akan dikirimkan tersebut memiliki formasi 10 unit kereta, yang mana terdiri dari 8 unit kereta dengan 4 pasang pintu dan 2 unit kereta dengan 6 pasang pintu di bagian samping. Seluruh unit yang disertakan dalam pengiriman adalah unit yang sudah digantikan oleh rangkaian E233 batch 7000.

Berikut ini dokumentasi pengiriman yang diperoleh dari salah satu penggemar KA di Jepang:

 
Proses pengiriman unit MoHa 205

 5 unit seri 205, pelabuhan Niigata

Kondisi terkini:

Seri 205, pelabuhan Niigata (courtesy Masaaki Yoshida)

Konfigurasi unit HaE 7:

Kereta 1: KuHa 204-95 (TC2, 4 pintu)
Kereta 2: SaHa 204-39 (T2, 6 pintu)
Kereta 3: SaHa 204-38 (T1, 6 pintu)
Kereta 4: MoHa 204-257 (M2, 4 pintu)
Kereta 5: MoHa 205-257 (M1, 4 pintu)
Kereta 6: MoHa 204-256 (M2, 4 pintu)
Kereta 7: MoHa 205-256 (M1, 4 pintu)
Kereta 8: MoHa 204-255 (M2, 4 pintu)
Kereta 9: MoHa 205-255 (M1, 4 pintu)
Kereta 10: KuHa 205-95 (TC1, 4 pintu)

Konfigurasi unit HaE 15:

Kereta 1: KuHa 204-123 (TC2, 4 pintu)
Kereta 2: SaHa 204-46 (T2, 6 pintu)
Kereta 3: SaHa 204-8 (T1, 6 pintu)
Kereta 4: MoHa 204-337 (M2, 4 pintu)
Kereta 5: MoHa 205-337 (M1, 4 pintu)
Kereta 6: MoHa 204-336 (M2, 4 pintu)
Kereta 7: MoHa 205-336 (M1, 4 pintu)
Kereta 8: MoHa 204-335 (M2, 4 pintu)
Kereta 9: MoHa 205-335 (M1, 4 pintu)
Kereta 10: KuHa 205-123 (TC1, 4 pintu)

Direncanakan 16 rangkaian lainnya akan segera menyusul untuk pengoperasian sarana di lintas Jabodetabek, di mana pengiriman dilakukan secara bertahap menunggu kesiapan rangkaian pengganti dari seluruh rangkaian yang dikirim.

Demikianlah informasi yang dapat penulis sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat.

Pemutakhiran: Berdasarkan informasi terkini, bersama unit HaE 15 telah dikirim juga rangkaian HaE 7 ke tempat yang sama.

2013-09-18

[Topik Khusus] Kecelakaan KRL Seri E233 Chuo Line - E233系0番台中央線~相模湖駅の脱線事故

Belum lama ini, penulis mendapatkan kabar bahwa telah terjadi kecelakaan berupa anjloknya sebuah rangkaian kereta api jenis E233 batch 0 yang beroperasi di jalur Chuo Rapid, yang bertempat di peron stasiun Sagamiko.

Rangkaian teridentifikasi bernomor T 30 (atau disebut juga ToTa 30/トタ 30) dengan konfigurasi dasar KuHa E233-30 sebagai kereta paling belakang khusus penumpang wanita yang mengalami anjlok berjenis trailer berkabin masinis atau berkode TC1, di mana unit lainnya yaitu MoHa E233-30 (M1 dengan 2 pantograf), MoHa E232-30 (M2), MoHa E233-230 (M1), MoHa E232-230 (M2), SaHa E233-530 (T2), SaHa E233-30 (T1), MoHa E233-430 (M1), MoHa E232-430 (M2) dan KuHa E232-30 (TC2) tidak mengalami kerusakan dan tetap berada di atas rel.

Kecelakaan terjadi pada 17 September yang lalu sekitar pukul 10.30 waktu setempat (GMT +9.00), di mana rangkaian E233-0 dari arah Tokyo menuju Takao yang masuk di peron jalur 1 mengalami masalah saat pengereman dan keluar dari rel setelah melakukan gerak menikung. Saat berita ini ditulis, peron dari kedua arah (Tokyo dan Takao) sudah dapat digunakan kembali untuk melayani penumpang, dikarenakan saat terjadi anjlok hanya peron jalur 2 yang dapat beroperasi.

Saat kejadian, diketahui di dalam rangkaian terdapat 100 orang penumpang secara keseluruhan (tidak termasuk kru KA yang sedang bertugas), namun tidak ada seorang pun yang mengalami cedera serius.

Berikut ini adalah dokumentasi dari sebuah sumber beberapa saat setelah terjadi insiden anjlok:


Beberapa sumber lain yang belum dipastikan kebenarannya menyebutkan bahwa kemungkinan terdapat gangguan pada jalur berupa bantalan rel yang bergeser, sehingga menyebabkan roda sebelah kanan kereta terakhir keluar dari rel.

Demikian informasi ini penulis sampaikan, semoga bermanfaat.

Sumber informasi / 情報原因 : Japan Broadcasting Corporation

Sumber dokumentasi / 画像原因 : hamanakonowani