Selamat Datang! Anda adalah pengunjung ke - ようこそ! あなたは人目のお客様に:

2013-11-08

[Informasi] Rekapitulasi Sarana Perkeretaapian KRL Jabodetabek (Per Oktober 2013)

Berikut ini penulis sajikan rekapitulasi data sementara sarana perkeretaapian berupa rangkaian KRL atau kereta rel listrik yang dikelola penggunaannya oleh PT. KAI Commuter Jabodetabek sebagai penyelenggara layanan jasa angkutan komuter berbasis rel di Jabodetabek.

Data yang penulis berikan ini merupakan data yang diperoleh sampai bulan Oktober 2013 dengan tambahan sebagian data baru yang masuk pada awal bulan ini, diurutkan berdasarkan tahun kedatangan pertama (khusus untuk KRL eks Jepang) atau tahun produksi pertama (untuk KRL buatan PT. Industri Kereta Api Madiun/INKA) yang dicantumkan dalam tanda kurung.

Catatan: Daftar sementara sarana KRL di bawah ini terdiri dari KRL dengan fasilitas pendingin ruangan (AC), dan KRL tanpa pendingin ruangan.

A. Sarana Siap Operasi

Terdiri dari perincian berikut:

1. KRL impor bekas-pakai dari Jepang
  • Seri Toei 6000 (1999) eks jalur Mita: 70 unit (22 unit kereta berkabin masinis, termasuk kabin modifikasi)
  • Seri JR East 103 (2004) eks jalur Musashino-Keiyo: 16 unit (8 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyo Metro 5000 (2006) eks jalur Tozai: 24 unit (6 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Toyo Rapid 1000 (2006) eks jalur Tozai: 24 unit (6 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyu 8000 (2005) eks jalur Toyoko: 24 unit (6 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyu 8500 (2006) eks jalur Den-en-toshi: 64 unit (16 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyo Metro 7000 (2010) eks jalur Yurakucho: 32 unit (8 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyo Metro 05 (2010) eks jalur Tozai: 56 unit (14 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri JR East 203 (2011) eks jalur Joban: 40 unit (10 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyo Metro 6000 (2011) eks jalur Chiyoda: 104 unit (26 unit kereta berkabin masinis)
2. KRL produksi INKA
  • Seri KRL-I (2001): 8 unit (4 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri KFW I-9000 Bombardier (2010): 20 unit (10 unit kereta berkabin masinis)
Total sarana siap operasi: 482 unit 

B. Sarana Cadangan *)

Terdiri dari perincian berikut:
  • Seri Tokyo Metro 5000 (2006): 6 unit
  • Seri Toyo Rapid 1000 (2006): 6 unit
  • Seri Tokyo Metro 7000 (2010): 8 unit
  • Seri Tokyo Metro 05 (2010): 16 unit
  • Seri JR East 203 (2011): 10 unit
  • Seri Tokyo Metro 6000 (2011): 26 unit
Total sarana cadangan: 72 unit

C. Sarana Tidak Siap Operasi & Tidak Siap Guna Operasi

Terdiri dari perincian berikut:
  • Seri Toei 6000 (1999): 2 unit (Tidak Siap Guna Operasi), penyebab karena kecelakaan antar KRL
  • Seri Tokyo Metro 05 (2010): 8 unit (Tidak Siap Operasi), penyebab karena anjlok
  • Seri KRL Hitachi (1997): 4 unit (Tidak Siap Guna Operasi), penyebab karena kerusakan komponen
Total sarana tidak siap operasi: 14 unit

D. Sarana Pasca Rehabilitasi (Dalam Tahap Uji Coba)

Terdiri dari perincian berikut:
  • Seri Holec AC (1997~2000): 8 unit (2 unit kereta berkabin masinis)
Total sarana hasil rehabilitasi: 8 unit

E. Sarana Tersimpan (Stored) Sebagai Efek Penghapusan Layanan Non AC

Terdiri dari perincian berikut:
  • Seri Rheostatik Mild Steel (1984): 2 unit (1 unit berkabin masinis, digabung bersama 2 unit KRL rheostatik stainless)  
  • Seri Rheostatik Stainless Steel (1986~1987): 38 unit (19 unit berkabin masinis, 16 unit murni, 2 unit digandengkan bersama dengan KRL rheostatik mild steel)
  • Seri Hitachi (1997): 16 unit (8 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Holec Non AC (1997~2000): 8 unit (4 unit kereta berkabin masinis) **) 
Total sarana tersimpan (sementara): 64 unit

F. Sarana Baru yang Masuk Per Bulan November 2013 (Dalam Tahap Adaptasi Wilayah)

Terdiri dari perincian berikut:
  • Seri JR East 205 (2013) eks jalur Saikyo: 30 unit (6 unit kereta berkabin masinis) ^)
  • Seri Holec AC (1997~2000): 8 unit (2 unit kereta berkabin masinis, pasca rehabilitasi)
Total sarana baru tahap adaptasi: 38 unit

G. Sarana Baru Dalam Tahap Rencana Kedatangan

Terdiri dari perincian berikut:
  • Seri JR East 205 (2013): 150 unit (30 unit kereta berkabin masinis)

*) berupa unit kereta tengah yang tidak digunakan dalam operasi normal karena keterbatasan panjang peron
**) data sementara yang masuk, masih dalam pemetaan lebih lanjut
^) termasuk unit kereta 6 pintu dengan dominan ruang untuk pengguna berdiri

Sebagai catatan, seluruh rangkaian KRL rheostatik berbodi mild steel yang tersisa kecuali 2 unit yang digabungkan dengan unit berbodi stainless satu demi satu telah dibawa untuk proses perucatan atau penghancuran, di mana komponen penggeraknya dikabarkan dapat digunakan kembali untuk mendukung pengoperasian KRL rheostatik berbodi stainless steel.

Demikian laporan yang dapat penulis sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan data di atas, apabila pembaca mengetahui kondisi data yang sesungguhnya silakan mencantumkan koreksi data pada kolom komentar yang tersedia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar