Selamat Datang! Anda adalah pengunjung ke - ようこそ! あなたは人目のお客様に:

2013-11-19

[Informasi] Pekan Perkeretaapian Nasional (Bagian 2)

Kembali bersama saya di sini dalam pemberitaan terkini seputar kereta api dalam negeri, kali ini saya akan membahas bagian lain dari pekan perkeretaapian nasional selain pameran sejarah perkeretaapian nasional di Erasmus Huis yaitu pengadaan KA Pangrango untuk relasi atau penghubung antara Bogor hingga Sukabumi.

KA Pangrango sendiri termasuk ke dalam jenis kereta api konvensional yang terdiri dari 1 unit lokomotif penggerak berjenis CC201 atau CC204, 3 unit kereta penumpang kelas ekonomi, 1 atau 2 unit kereta eksekutif dan 1 unit kereta makan dengan pembangkit yang bercorak kelas ekonomi. Untuk mendukung operasional KA ini, dua unit kereta kelas eksekutif dengan strip khas KA kelas argo juga didatangkan dari dipo kereta Semarang Poncol, yang masing-masing bernomor K1 0 02 03 dan K1 0 02 36.

Pada dinding luar kereta makan bersistem pembangkit listrik dengan genset memiliki corak batik khas daerah Sukabumi dan sekitarnya dengan kru KA yang menyediakan sistem restorasi terintegrasi seperti KA jarak menengah lainnya. Sistem restorasi ini dapat diakses oleh pengguna kelas eksekutif maupun kelas ekonomi selama rangkaian KA berjalan.

Tidak hanya itu saja, di samping stasiun Bogor yang sudah ada juga dibangun stasiun Bogor Paledang sebagai titik awal keberangkatan KA ini. Stasiun Bogor Paledang sendiri sebenarnya adalah sebuah halte pemberhentian karena hanya memiliki 1 jalur KA, yang berjarak kurang lebih 500 meter dari stasiun Bogor yang khusus melayani KRL Commuter Line. Halte tersebut dapat diakses melalui perlintasan sebidang di bagian selatan stasiun Bogor dan menjadi titik akhir dari sistem jaringan listrik aliran atas yang dipergunakan oleh layanan KRL.

Nama "Pangrango" sendiri diambil dari nama sebuah gunung yang letaknya tidak terlalu jauh dari stasiun Sukabumi dengan ketinggian kurang lebih 3.018 m dpl. Nama tersebut digunakan mengingat nama gunung Gede sudah dipergunakan oleh KA kelas argo relasi Jakarta-Bandung yang pernah beroperasi di tahun 2000-an (Argo Gede) yang selanjutnya digabungkan dengan KA kelas bisnis Parahyangan (kini menjadi Argo Parahyangan).

Untuk masa depan KA ini kemungkinan akan dilanjutkan hingga stasiun Cianjur dan Bandung setelah kondisi terowongan Lampegan memungkinkan untuk dilalui. Berbagai upaya perbaikan dan peningkatan kualitas prasarana sedang dilakukan untuk memaksimalkan potensi KA ini.

Berikut ini gambaran unit kereta kelas ekonomi yang dioperasikan dalam rangkaian KA Pangrango:

Salah satu unit kereta ekonomi Pangrango

Demikianlah informasi ini saya sampaikan, semoga apa yang saya berikan bermanfaat.

Sumber dok: arsip pribadi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar