Selamat Datang! Anda adalah pengunjung ke - ようこそ! あなたは人目のお客様に:

2011-08-02

Renungan Bulanan: Resurrection of Express Tickets (Kebangkitan Tiket Ekspres)

Berdasarkan pantauan penulis akhir-akhir ini, masih terdapat beberapa stasiun di mana loketnya menjual tiket kelas Commuter Line yang merupakan sisa tiket KRL ekspres yang sudah tidak lagi digunakan sejak pemberlakuan single operation pada 1 Juli yang lalu.

Yang membedakan tiket ekspres tersebut dengan tiket ekspres yang sebenarnya hanyalah keberadaan cap harga baru pada bagian depan tiket, seperti gambar berikut ini:

Pada kesempatan lain, penulis juga mendapati tiket Commuter Line berwarna merah yang bertuliskan "Commuter Line" dari stasiun Bekasi, seperti gambar berikut ini (sebagai contoh penulis menggunakan tiket Commuter Line dari stasiun Pondok Cina sebagai visualisasi, tulisan sebenarnya pada tiket yang penulis peroleh adalah "BEKASI - JAKARTAKOTA - CL" dengan harga Rp 6.500,-):


Penulis memandang bahwa tiket-tiket ekspres yang kini tak lagi digunakan karena dihapusnya layanan ekspres tersebut merupakan stok sisa dari loket stasiun yang bersangkutan di mana kode dua huruf dari tiket ekspres yang dicap dengan harga tiket Commuter Line tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat banyak tiket yang tidak dipakai. dan pihak loket berusaha untuk menjual semua tiket sisa itu sebelum tiket Commuter Line yang sebenarnya dijual.

Di lain kesempatan, penulis mencoba layanan KRL ekonomi dari stasiun Jakarta Kota menuju Pondok Cina serta dari Pondok Cina kembali ke Jakarta Kota, dan ternyata tiket yang penulis dapatkan cukup membuat penulis terheran-heran karena:

1. Tiket dari Jakarta Kota ke Bogor menggunakan tiket untuk relasi Sudirman-Bogor yang dicap dengan stempel tulisan "Jakarta" dan setelah penulis usut tiket tersebut menggunakan desain tiket KCJ di masa 2009-2010;

2. Tiket dari Pondok Cina ke Jakarta Kota memang benar bertuliskan "Pondok Cina - JakartaKota - Eko", tetapi logo PT. KAI Commuter Jabodetabek di atas keterangan relasi tersebut ternyata telah digantikan dengan logo dan tulisan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) namun pada bagian sebelah kanan yang berupa perforasi didapati tulisan "KCJ" dan pada ketentuan umum tertulis "PT. KAI Commuter Jabodetabek".

Penulis sampai saat ini masih berpikir bagaimana anomali penjualan tiket semacam itu bisa terjadi, namun hal-hal kecil semacam ini ternyata tidak dipedulikan oleh masyarakat pengguna KRL pada umumnya dan juga petugas loket stasiun bersangkutan.

Kapankah tiket ekspres akan benar-benar terkubur untuk selama-lamanya setelah kebangkitannya di masa-masa bulan puasa ini?

^_^

- Indonesian Railway Corner ~ Aktual, Kritis, Mengupas Tuntas Perkeretaapian Indonesia & Jepang -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar