Selamat Datang! Anda adalah pengunjung ke - ようこそ! あなたは人目のお客様に:

2011-12-03

Semua Hal Tentang Perubahan Rute KRL Jabodetabek (Bagian 2) - ジャボデタベク電車の路線変更に就いて その2

Melanjutkan bagian pertama dari seri tulisan ini, penulis mendapati banyak sekali masalah yang terjadi selama uji coba penerapan sistem 6 rute yang dibahas pada tulisan pertama.

Dimulai dari hari pertama (一日), pengguna KRL dari Bekasi yang merasa kecewa karena KRL feeder Manggarai-Tanah Abang yang menggunakan rangkaian KRL-I berwarna biru melakukan protes kepada tim inspeksi yang sedang bertugas, yang di dalamnya terdapat juga Ignatius Jonan, direktur utama dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Berikut ini adalah tayangan yang diambil dari sumber yang terpercaya mengenai protes pemberlakuan sistem rute baru tersebut:

Sumber/動画源: Youtube Video

Sumber/動画源: Youtube Video

Tidak hanya sampai di situ saja, pada pagi hari berikutnya (二日) salah satu kereta pada rangkaian seri 103 yang pernah penulis bahas sebelumnya mengalami masalah pada komponen line breaker (電気遮断器) yang terletak pada kereta KuMoHa (クモハ) 103-153, sehingga rangkaian gabungan antara dua rangkaian tersebut terpaksa ditarik ke dipo Bukit Duri untuk diperbaiki.

Dokumentasi dari beberapa sumber penulis lainnya:

KuMoHa 103-153, mengeluarkan asap
クモハ103-153、煙を排出にある 

Seri 103 rangkaian E21 + E27, jalur 3 stasiun Manggarai
103系のE21+E27編成、マンガライ駅の3番線


Seri 103 rangkaian E27, langsir dipo Bukit Duri
103系のE27編成、Bukit Duri車区を退避にありました

Pada titik ini, penulis menyoroti tentang keberadaan tangga-tangga kecil (disebut sebagai "tangga bancik") yang menurut petugas stasiun Manggarai merupakan media untuk mempermudah lansia dan penyandang cacat untuk menaiki KRL sebagai bagian dari SPM dan untuk menyiasati keberadaan peron rendah di stasiun tersebut, namun faktanya masinis KRL sendiri seringkali sulit untuk menyesuaikan posisi pintu dengan tangga-tangga yang disediakan.

Seperti inilah pemasangan tangga-tangga yang kurang tepat mengarah langsung kepada pintu keluar-masuk penumpang, diambil dari salah satu sumber penulis:


Pada saat tulisan ini disusun, penulis mendengar kabar bahwa pengoperasian sistem 6 rute ini tidak hanya menelan korban armada KRL, melainkan juga korban jiwa di mana seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP/中学校) tewas setelah terjatuh dan terseret rangkaian KRL ekonomi tujuan Bogor yang dinaikinya sejauh 5 meter (5メートル) dari stasiun Pasar Minggu menuju Tanjung Barat.


Demikianlah apa yang dapat penulis sampaikan untuk bahasan kedua ini, untuk bahasan selanjutnya (その3) masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari uji coba sistem 6 rute yang masih berlangsung hingga 4 Desember (12月4日).

Semoga informasi yang penulis berikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Untuk tulisan pertama dapat dibaca di sini:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar