Selamat Datang! Anda adalah pengunjung ke - ようこそ! あなたは人目のお客様に:

2010-06-11

Profil Kabupaten Wonogiri

Kabupaten Wonogiri (bahasa Jawa: wanagiri, secara harfiah "Hutan di Gunung"), adalah sebuah daerah kabupaten di Jawa Tengah. Secara geografis lokasi Wonogiri berada di bagian tenggara Provinsi Jawa Tengah. Bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo, bagian selatan langsung di bibir Pantai Selatan, bagian barat berbatasan dengan Wonosari di provinsi Yogyakarta, Bagian timur berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pacitan. Ibu kotanya terletak di Wonogiri Kota. Luas kabupaten ini 1.822,37 km² dengan populasi 1,5 juta jiwa.

Kabupaten Wonogiri yang terkenal dengan sebutan Kota Gaplek, merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang pembentukannya ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah–daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah.

Peta lokasi kabupaten Wonogiri:

Di bidang perdagangan, kabupaten Wonogiri memiliki statistik usaha sebagai berikut:

STATISTIK PENERBITAN DAN PERPANJANGAN SIUP (SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN)
PER KECAMATAN TAHUN 2007


Kecamatan
Usaha Kecil
Usaha Menengah
Usaha Besar
Jumlah
1.Pracimantoro
2. Paranggupito
3. Giritontro
4. Giriwoyo
5. Batuwarno
6. Karangtengah
7. Tirtomoyo
8. Nguntoronadi
9. Baturetno
10. Eromoko
11. Wuryantoro
12. Manyaran
13. Selogiri
14. Wonogiri
15. Ngadirojo
16. Sidoharjo
17. Jatiroto
18. Kismantoro
19. Purwantoro
20. Bulukerto
21. Puhpelem
22.Slogohiomo
23.Jatisrono
24.Jatipurno
25.Girimarto
27
-
14
21
14
7
41
19
85
18
18
23
53
202
66
114
14
15
19
25
9
26
60
19
23
1
-
-
-
-
-
1
-
1
-
-
-
1
6
6
2
-
-
1
1
-
-
2
-
-
1
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
9
1
-
-
-
1
1
-
1
1
1
1
29
-
14
21
14
7
42
19
86
18
18
23
54
217
73
116
14
15
21
27
9
27
63
20
24
Jumlah 2007
Jumlah 2006
Jumlah 2005
Jumlah 2004
Jumlah 2003
932
965
932
675
584
22
34
49
25
6
17
9
10
6
1
971
1008
991
706
591


STATISTIK PENERBITAN SIUP BARU DAN PERPANJANGAN SIUP TAHUN 2007

Bulan

Perusahaan Kecil Persh. Menengah Perusahaan Besar
Baru Perpan-
jangan
Baru Perpan-
jangan
Baru Perpan-
jangan
1. Januari
2. Februari
3. Maret
4. April
5. Mei
6. Juni
7. Juli
8. Agustus
9. September
10. Oktober
11. Nopember.
12. Desember

89
70
66
70
57
88
65
68
61
36
38
34

16
13
17
20
27
16
20
13
16
5
14
13

-
-
2
-
-
2
-
1
1
1
1
-

1
-
-
1
-
1
4
-
6
-
-
1

1
-
2
1
-
1
1
-
-
-
1
-

1
-
-
2
-
-
2
-
2
-
1
2

Jmlh 2007

Jmlh 2006

Jmlh 2005

742

793

707

190

161

226

8

27

31

14

12

18

7

8

4

10

7

5



Berdasarkan topografi daerah, sebagian besar penduduk di Kabupaten Wonogiri bekerja sebagai petani atau bercocok tanam, yang mana tanaman yang produktif adalah sebagai berikut:

LUAS PANEN RATA-RATA PRODUKSI DAN PRODUKSI BAHAN MAKANAN DI KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2007

No

Jenis Tanaman

Jumlah Tanaman

Tanaman Produktif

Produksi (kw)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

Alpokat

Mangga

Rambutan

Jeruk

Sirsak

Sukun

Durian

Melinjo

Jambu biji

Sawo

Pepaya

Pisang

Nanas

18.442

597.186

275.320

49.142

74.689

20.976

121.080

634.321

-

45.841

174.426

977.736

33.806

14.075

495.045

206.393

29.799

33.116

14.164

77.624

476.960

-

32.827

109.102

644.521

22.276

7.743

420.789

92.877

14.903

7.289

7.793

73.745

85.851

-

13.132

43.640

257.811

445


1. Sejarah

Sejarah berdirinya Kabupaten Wonogiri dimulai dari embrio "kerajaan kecil" di bumi Nglaroh Desa Pule Kecamatan Selogiri. Di daerah inilah dimulainya penyusunan bentuk organisasi pemerintahan yang masih sangat terbatas dan sangat sederhana, dan dikemudian hari menjadi simbol semangat pemersatu perjuangan rakyat. Inisiatif untuk menjadikan Wonogiri (Nglaroh) sebagai basis perjuangan Raden Mas Said, adalah dari rakyat Wonogiri sendiri ( Wiradiwangsa) yang kemudian didukung oleh penduduk Wonogiri pada saat itu.

Mulai saat itulah Ngalroh (Wonogiri) menjadi daerah yang sangat penting, yang melahirkan peristiwa-peristiwa bersejarah di kemudian hari. Tepatnya pada hari Rabu Kliwon tanggal 3 Rabi'ul awal (Mulud) Tahun Jumakir, Windu Senggoro: Angrasa retu ngoyang jagad atau 1666, dan apabila mengikuti perhitungan masehi maka menjadi hari Rabu Kliwon tanggal 19 Mei 1741 ( Kahutaman Sumbering Giri Linuwih), Ngalaroh telah menjadi kerajaan kecil yang dikuatkan dengan dibentuknya kepala punggawa dan patih sebagai perlengkapan (institusi pemerintah) suatu kerajaan walaupun masih sangat sederhana. Masyarakat Wonogiri dengan pimpinan Raden Mas Said selama penjajajahan Belanda telah pula menunjukkan reaksinya menentang kolonial.

Jerih payah pengeran Samber Nyawa ( Raden Mas Said ) ini berakhir dengan hasil sukses terbukti beliau dapat menjadi Adipati di Mangkunegaran dan Bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya ( KGPAA) Mangkunegoro I. Peristiwa tersebut diteladani hingga sekarang karena berkat sikap dan sifat kahutaman ( keberanian dan keluhuran budi ) perjuangan pemimpin, pemuka masyarakat yang selalu didukung semangat kerja sama seluruh rakyat di Wilayah Kabupaten Wonogiri.

2. Infrastruktur

Kabupaten Wonogiri sendiri merupakan kabupaten yang masih terbelakang yang mana infrastruktur yang ada masih kurang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Sarana dan prasarana yang ada di kabupaten Wonogiri antara lain:
  • Akses jalan umum
Jalan yang menghubungkan kabupaten Wonogiri dengan kabupaten lain di sekitarnya masih terbatas dan banyak yang berlubang sehingga menghambat akses distribusi barang dan jasa hasil produksi dari produsen.
  • Kereta api
Kabupaten Wonogiri memiliki satu jalur kereta api yang hanya terhubung dengan kota Solo dan sebelum adanya waduk Gajah Mungkur jalur ini menyambung ke Baturetno, namun jalur ke arah Baturetno kini sudah dibongkar. Akses kereta api yang tersedia hanya satu unit rangkaian berupa feeder (KA pembantu) yang dipergunakan untuk membawa barang yang akan diperdagangkan ke kota Solo.

3. Permasalahan umum

Secara garis besar, kabupaten Wonogiri memiliki masalah-masalah utama sebagai berikut:
  • Minimnya persediaan air bersih di beberapa kecamatan sehingga warga perlu menambah biaya pengeluaran untuk mendapatkan air bersih saat terjadi kekeringan di musim kemarau.
  • Seringnya terjadi wabah penyakit dikarenakan faktor fasilitas kebersihan yang kurang memadai.
  • Pendapatan masyarakat yang sebagian besar masih tergolong kelas menengah ke bawah membuat daya beli masyarakat masih tergolong sedikit dan banyak bergantung kepada hasil dari alam.
  • Mutu SDM yang mayoritas masih kurang memenuhi standar karena efek dari putus sekolah,
  • Beberapa lapisan masyarakat berpotensi menimbulkan konflik karena fanatisme sempit yang berdasar dari masalah SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).
4. Solusi

Berdasarkan masalah-masalah di atas, penulis mencoba untuk menganalisis kemungkinan dari pemecahan masalah-masalah di atas yang mana menghasilkan beberapa solusi yang perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah sebagai berikut:

a. Pembuatan sumber air bersih yang terjangkau bagi masyarakat,
b. Perbaikan dan penambahan fasilitas kesehatan dan sanitasi lingkungan,
c. Meningkatkan daya saing dan daya beli masyarakat melalui operasi pasar dan penyediaan alat-alat produksi sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilakukan (contohnya penyediaan pupuk dan pestisida bagi masyarakat yang bertani),
d. Meningkatkan mutu SDM melalui pendidikan formal maupun nonformal,
e. Menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan keamanan lingkungan.

Kesimpulannya, kabupaten Wonogiri masih memiliki potensi yang belum dikembangkan sehingga apabila pemerintah daerah tingkat II Wonogiri peduli dengan masalah ini maka bukan tidak mungkin Wonogiri dapat berkembang pesat menjadi daerah penyangga kota Solo.

Demikian penjelasan dari penulis tentang keadaan di kabupaten Wonogiri, semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca.

Sumber artikel/pustaka:

http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Wonogiri
http://www.soloaja.com/v2/index.php?option=com_kunena&Itemid=67&func=showcat&catid=18/
http://www.wonogirikab.go.id/home.php
http://www.jogja.polri.go.id/index.php?menu=kewilayahan&sub=gunungkidul&submenu=profile
http://rudi.site50.net/?cat=18

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar