Selamat Datang! Anda adalah pengunjung ke - ようこそ! あなたは人目のお客様に:

2011-01-27

Renungan Bulanan: Fenomena 'Ecchi Railways' di Kereta Api

Dari pantauan penulis akhir-akhir ini mengenai kondisi KRL di Jabodetabek, ternyata hampir semua KRL yang ber-AC baik hasil hibah atau impor dari Jepang maupun buatan INKA sudah pernah mengalami apa yang disebut "rape" atau aksi pengganjalan pintu, di mana pintu kereta penumpang yang seharusnya tertutup sengaja dibiarkan terbuka dengan cara diganjal atau menutup katup otomatis yang berfungsi untuk melakukan gerakan buka tutup pintu.

Tidak hanya itu, pada umumnya selain terjadi pengganjalan pintu, juga ada penumpang yang nekad naik di atap dengan tujuan untuk menghindari pemeriksaan tiket maupun karena takut terlambat masuk sekolah atau kerja.

Lebih ironis lagi, penulis mendapati ada beberapa anak-anak yang dengan gembiranya berjalan di atap kereta yang mulai berjalan seakan tidak takut pada bahaya sengatan listrik bertegangan tinggi atau jatuh karena tergelincir.

Salah satu dari fenomena ini terekam dalam kamera seperti gambar berikut:


Bagi penulis sendiri, penambahan armada dan sarana kereta api masih belum sepenuhnya efektif dalam menyelesaikan masalah ini, karena tanpa kesadaran dari pengguna kereta api itu sendiri tentu saja upaya semacam itu belum dapat membuahkan hasil yang memuaskan.

Aksi pengganjalan pintu dan keberadaan penumpang yang naik di atap kereta ini dikemas oleh penulis dalam satu istilah yang disebut "ecchi railways", di mana kata "ecchi" sendiri diambil dari bahasa Jepang yang berarti "tindakan yang membahayakan atau memalukan atau mengandung risiko", di mana kata ini secara umum diidentikkan dengan tindakan pemerkosaan atau hal yang berbau seksual terhadap kaum wanita.

Kali ini penulis akan mengajukan sebuah pertanyaan yang sederhana dan siapapun mudah untuk mengerti maksudnya, yaitu:

Sampai kapankah fenomena "ecchi railways" ini akan terus terjadi?

Pertanyaan yang sangat sederhana tersebut ternyata sangat sulit untuk dicari solusi atau jawabannya, bahkan oleh pegawai dan jajaran direksi PT. KAI (Persero) dan PT. KCJ sendiri.

Demikian renungan perkeretaapian bulan ini, semoga kita dapat mengambil hikmah dari apa yang terjadi saat ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar