Selamat Datang! Anda adalah pengunjung ke - ようこそ! あなたは人目のお客様に:

2011-06-20

Single Operation: Masih Pantaskah?

Pada hari Sabtu lalu telah dilakukan uji coba operasi tunggal (single operation) pada KRL Jabodetabek di mana seluruh kereta berhenti di setiap stasiun. Namun pengoperasian KRL semacam ini ternyata banyak menuai kritik dan masalah, di mana satu rangkaian KRL Commuter Line yag baru saja menjalani perawatan akhir (PAL) yakni eks Tokyu 8500 batch 8613F mengalami kerusakan serius akibat ulah pengguna KRL ekonomi yang tidak sabar menunggu kedatangan kereta yang akan mereka naiki seperti foto dokumentasi di bawah ini:



Kalau sudah terjadi begini, siapa yang patut dipersalahkan?

Penulis sendiri berharap agar hanya KRL ini saja yang menjadi korban dan perlu peninjauan kembali pola operasi tunggal yang akan dilakukan sehingga tidak merugikan pengguna baik dari segi waktu maupun tarif yang lebih tinggi dibandingkan tarif KRL ekonomi dan ekonomi AC yang berlaku saat ini.

Catatan: Pengrusakan KRL Commuter Line tersebut terjadi sekitar pukul 8 malam di stasiun Jakarta Kota dengan nomor operasi C 528 (KA 5528) dengan tujuan Bogor di mana KRL tersebut dilempari dengan tong sampah dan batu ballast sehingga mengakibatkan sebagian besar kaca bagian samping KRL pecah berkeping-keping, terima kasih untuk rekan penulis yang telah menyumbangkan foto pada artikel ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar