Selamat Datang! Anda adalah pengunjung ke - ようこそ! あなたは人目のお客様に:

2011-06-14

Anime Songs: Hoshikaze no Horosukopu (Hoshizora e Kakaru Hashi OP)


Selamat menikmati lirik lagu ini, urutan pembacaan: atas - kanji, bawah - romaji.

Hoshikaze no Horoscope (星風のホロスコープ)
Hoshizora e Kakaru Hashi (星空へ架かる橋) OP


Vocal: nomico (のみこ)
Lyrics/Composition: Agematsu Noriyasu (上松 範康)


二人で見た 遥か彼方の流星
Futari de mita haruka kanata no ryūsei

ハートのプロミス 愛と言えるほど信じて
Hāto no puromisu ai to ieru hodo shinjite


風に揺れる髪 抑えるように 君は戸惑い
Kaze ni yureru kami osaeru yō ni kimi wa tomadoi

恋の始まりと 気づかないで 頬を赤くした
Koi no hajimari to kizukanai de hō o akaku shita


幾千の光 両手でほら 星をすくって
Ikusen no hikari ryōte de hora hoshi o sukutte

一人の夜でも 笑えるように
Hitori no yoru demo waraeru yō ni

思い出の花火にして
Omoi de no hanabi ni shite

君と僕の唄になれ
Kimi to boku no uta ni nare


さあ天まで届け この気持ち 心をぎゅっと繋ごう
Saa ten made todoke kono kimochi kokoro o gyutto tsunagō

弱くたっていいんだ 僕の手で その夢をひっぱっていく
Yowakutatte iin da boku no te de sono yume o hippatteiku

架け橋になりたいよ 君一人の
Kakehashi ni naritai yo kimi hitori no


キラリ虹になるでしょう
Kirari niji ni naru deshō

僕に君を…永遠に
Boku ni kimi o… eien ni


たぶん僕たちは 手探りして 明日を求め
Tabun boku-tachi wa tesaguri shite ashita o motome

時に怒ったり 泣いたりして 絆に変えるよ
Toki ni okottari naitari shite kizuna ni kaeru yo


ホロスコープには 未来地図は 書いてないけど
Horosukoopu ni wa mirai chizu wa kaitenai kedo

二人指差した 大空には
Futari yubisashita ōzora ni wa

物語の始まりが 産声をあげるでしょう
Monogatari no hajimari ga ubugoe o ageru deshō


さあ輝く丘で 飛び立とう 僕についておいで
Saa kagayaku oka de tobitatō boku ni tsuite oide

例え涙しても この翼 濡らさぬように包むから
Tatoe namida shite mo kono tsubasa nurasanu yō ni tsutsumu kara


「おんなじ道をずっと歩いてゆこう」
[Onna ji michi o zutto aruite yukō]


ゴメン見つからないんだ
Gomen mitsukara nain da

これ以上の言葉なんて
Kore ijō no kotoba nante


さあ天まで届け この気持ち 心をぎゅっと繋ごう
Saa ten made todoke kono kimochi kokoro o gyutto tsunagō

弱くたっていいんだ 僕の手で その夢をひっぱっていく
Yowakutatte iin da boku no te de sono yume o hippatteiku

架け橋になりたいよ 君一人の
kakehashi ni naritai yo kimi hitori no


世界終わるその日まで
Sekai owaru sono hi made

キスで君を… 塞ぎたい
Kisu de kimi o… fusagitai

2011-06-10

Uji Coba Tokyu 8500 Batch 8613F - 東急8500系の8613F編成に試運転

Dari informasi yang penulis peroleh, pada hari ini telah dilakukan uji coba rangkaian eks Tokyu Corporation seri 8500 dengan nomor batch 8613F di lintas Depok-Bogor di mana rangkaian tersebut telah mengalami perubahan baik di eksterior dan interior dengan warna yang lebih cerah dibandingkan sebelumnya, sedangkan konfigurasi warna yang digunakan pada kursi interior sama dengan rangkaian 8612F beserta 8618F.

Dokumentasi:



Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua kontributor penulis yang telah bersedia menyumbangkan foto pelaksanaan uji coba kali ini.

2011-06-06

KA 169 Serayu Anjlok di Manonjaya

Baru-baru ini telah terjadi musibah PLH anjlok yang menimpa KA Serayu bernomor 169 di mana rangkaian KA yang membawa 9 kereta penumpang tersebut anjlok dan tergelincir pada Minggu (05/06) sekitar pukul 10.57 WIB di kilometer 288+8/9 antara Manonjaya-Ciamis, tepatnya berlokasi di Kampung Cikadu, Desa Cilangkap, Kec. Manonjaya, Kab. Tasikamalaya.

Kereta yang anjlok merupakan kereta ekonomi bernomor seri K3-09306 di mana 2 as roda atau 1 bogie keluar dari lintasan selebar kurang dari 50 cm sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Menurut masinis Ujang Rosmana (51) dan asisten Priatna, saat itu ia melihat asap di luar kereta penumpang nomor 4, dan setelah itu terasa ada goncangan dan tiba-tiba gerbong anjlok. Masinis berusaha mengerem kereta sampai 259 meter baru kereta berhenti. Namun demikian sekitar 600 penumpangnya selamat dan telantar hingga beberapa jam seiring dengan terhambatnya perjalanan KA lintas selatan karena terjadi rintang jalan pada jalur tunggal yang digunakan dan tidak dapat dilalui oleh KA lainnya hingga kereta penumpang yang anjlok selesai dievakuasi.

Dokumentasi oleh Donny, kontributor Daop II Bandung:




Hingga saat ini, penyebab anjloknya 2 as roda kereta keempat dari 9 kereta rangkaian KA Serayu tersebut masih dalam penyelidikan pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Rencana Kedatangan KRL Eks Tokyo Metro 05 Batch 05F

Berdasarkan berita dari seorang penggemar KA Jepang, pihak Tokyo Metro kembali melepas salah satu rangkaian seri 05 batch awal yaitu 05-05F (05-105F) ke pelabuhan Kawasaki untuk selanjutnya dibawa ke pelabuhan Tanjung Priok melalui jalur laut, yang mana set ini menyusul 5 set lainnya (05-02F, 05-07F, 05-08F, 05-09F dan 05-10F) yang kini telah beroperasi di lintas Jabodetabek di bawah pengelolaan PT. KAI Commuter Jabodetabek.

Set 05 tersebut diangkut dengan truk trailer menuju pelabuhan Kawasaki pada malam hari, yang mana memliki formasi 10 kereta seperti halnya seri 05 sebelumnya.

Dokumentasi oleh Ryota Ebihara:






Seperti halnya pengiriman yang telah lalu, dari pelabuhan Tanjung Priok set ini ditarik menuju Balai Yasa Manggarai dengan menggunakan kereta penolong (NR) milik Dipo Induk Bukit Duri atau lokomotif diesel elektrik milik Dipo Induk Jatinegara.

Terima kasih untuk semua pihak yang telah berkontribusi pada proses pengiriman ini.

2011-06-01

"Petir", Pengganti Semprotan

Demi menghentikan ulah pengguna jasa kereta api terutama pengguna KRL Jabodetabek yang nekat naik di atap kereta, PT. KAI (Persero) Daerah Operasi I Jakarta bekerjasama dengan PT. KAI Commuter Jabodetabek (PT. KCJ) berusaha memasang alat pengaman berupa palang palang penampar dengan rambu bergambar petir dan bertuliskan "Awas Listrik Tegangan Tinggi" untuk para pengguna "nakal" yang kerap naik ke atas atap kereta. "Petir" ini menggantikan penyemprotan cat berwarna yang ternyata tak menimbulkan efek jera. Rencananya, rambu petir ini akan dipasang pada Rabu malam ini.

Palang penghalang tersebut akan dipasang di Stasiun Pasar Minggu Baru dan Stasiun Duren Kalibata, baik dari arah Bogor maupun arah Jakarta. Setelah dipasang malam ini, rambu ini akan berfungsi pada Kamis pagi esok.

Sebelumnya, pihak perusahaan sudah melakukan sosialisasi dalam bentuk spanduk dan brosur. Pemberlakuan rambu ini juga sesuai dengan UU No 23 Tahun 2007 pasal 183 bahwa siapa saja yang naik ke atas atap kereta, kabin masinis, lokomotif dan tempat lainnya yang bukan diperuntukkan bagi pengguna jasa akan ditindak tegas.

Rambu ini nantinya dipasang di tiang listrik aliran atas (LAA). Pemasangan palang berbahan serat kaca (fiber) dengan panjang sekitar 3-4 meter dan ketebalan 10 sentimeter ini dilakukan di dua stasiun tersebut karena jalur antara dua stasiun tersebut adalah jalur dengan kontur lurus sehingga lebih mudah dipantau.

Apabila pengguna masih membandel, pihak perusahaan bisa saja membatalkan perjalanan tersebut seperti yang diterapkan pada kereta jarak jauh. Uji coba ini akan dilaksanakan selama dua minggu dan kemudian akan dievaluasi kembali. Selama masa uji coba tersebut, petugas akan menurunkan pengguna yang duduk di atas atap sebelum masuk dua stasiun yang dipasangi rambu tersebut.

Untuk pengamanan, pihak perusahaan bekerjasama dengan pihak kepolisian akan menyiagakan beberapa petugas di titik pemasangan alat tersebut.

Seain itu, setiap harinya akan dilakukan pemeriksaan jalur oleh juru penilik jalan untuk mengantisipasi tindak pencurian dan perusakan terhadap rambu halilintar tersebut.

Dokumentasi oleh Kompas:



Penulis berharap semoga dengan adanya pemasangan rambu ini pengguna jasa KA akan lebih sadar terhadap bahayanya naik di atap kereta dan lebih tertib dalam menggunakan jasa angkutan kereta api.