Selamat Datang! Anda adalah pengunjung ke - ようこそ! あなたは人目のお客様に:

2013-09-28

[Topik Khusus] Tragedi Shigarakigūshi 14 Mei 1991

Pada kesempatan ini penulis akan memberikan penjelasan lengkap mengenai tragedi kecelakaan Shigarakigūshi yaitu tragedi tabrakan kereta api terbesar dalam sejarah perkeretaapian Jepang, yang mana melibatkan dua rangkaian kereta api dari dua operator berbeda yaitu JR West dan Shigaraki Kogen Railway (SKR, selanjutnya disebut Shigaraki Railway) yang terjadi pada 14 Mei 1991.

Penulis berharap peristiwa ini dapat menjadi evaluasi bagi perkembangan perkeretaapian di Indonesia, khususnya yang masih menggunakan lajur tunggal dalam operasinya.

Secara struktur tulisan ini dibagi ke dalam 7 bagian utama, dimulai dari kondisi jalur hingga dampak dari kecelakaan tersebut.

1. Keadaan Sekitar Lokasi

Lokasi kecelakaan berada di sebuah tikungan dengan sudut tajam antara stasiun Shigarakigūshi dan stasiun persinyalan Onotani (Onotani Shingojo/小野谷信号場) pada jalur milik Shigaraki Railway, di mana stasiun khusus persinyalan tanpa peron tersebut adalah satu-satunya tempat yang aman untuk melakukan persilangan atau penyusulan kedua KA yang berjalan baik searah maupun yang masing-masing berlawanan arah di sepanjang jalur tersebut. Tidak jauh dari lokasi terdapat lajur jalan raya 2 arah yang hampir sejajar dengan jalur rel dan rerimbunan pohon di sekeliling yang berpotensi menghalangi pandangan masinis saat berada di tikungan.

2. Sarana dan Prasarana

Kondisi sarana dan prasarana saat terjadi kecelakaan adalah sebagai berikut:
  • Model jalur: lajur tunggal (single track), panjang total 14,7 kilometer
  • Sistem persinyalan: elektrik dengan model interlocking terpisah antara kedua operator
  • Elektrifikasi: tidak ada
  • Sarana yang digunakan: kereta rel diesel dengan 2 atau 3 unit kereta per rangkaian
  • Jumlah stasiun: 7 (1 terminus, 1 stasiun sinyal, 4 halte pemberhentian dan 1 stasiun pangkal)
Rangkaian yang terlibat memiliki konfigurasi sebagai berikut:

a. KA 501D (JR West) 

Jenis: Kereta Rel Diesel (KRD)
Model unit: KiHa 58 batch 1000, produksi Fuji Heavy Industries
Formasi: 3 unit kereta per rangkaian (KiHa 58 1023 berada di ujung arah Shigaraki, sementara nomor unit lainnya belum diketahui pasti)
Jumlah penumpang: 716 orang
Jumlah kru: 2 orang (1 masinis & 1 asisten masinis)
Sifat layanan: ekspres cepat (langsung di setiap halte) menuju stasiun Shigaraki

 
KiHa 58 1022, serupa dengan KiHa 58 1023 yang terlibat benturan

b. KA 534D (Shigaraki Kogen Railway)

Jenis: Kereta Rel Diesel (KRD)
Model unit: SKR 200 jenis LE-DC (Light Economy Diesel Car), produksi Fuji Heavy Industries
Formasi: 3 unit kereta per rangkaian (SKR 202 + SKR 204 + SKR 205)
Jumlah penumpang: kurang lebih 50 orang (perkiraan)
Jumlah kru: 2 orang (1 masinis & 1 asisten masinis)
Sifat layanan: lokal (berhenti di semua stasiun) menuju Kibukawa

SKR 202 dan SKR 204, saat permulaan operasi tahun 1988

3. Proses Keberangkatan & Kondisi Lintas

KA 501D yang mengangkut penumpang yang akan menghadiri festival keramik dunia di Shigaraki saat itu berangkat sekitar pukul 9.30 dari stasiun Kyoto melewati lintas Kusatsu di Kameyama, prefektur Mie. Perjalanan dari Kyoto berlangsung lancar dan KA 501D tiba sekitar pukul 10.16 waktu setempat di stasiun Kibukawa dengan panduan dari pusat kendali wilayah Kameyama.

Rangkaian KA 501D memasuki jalur di sebelah peron 1 lintas Kusatsu yang mengarah ke stasiun Tsuge, yang memiliki sinyal keluar berkode 8R. Stasiun Kibukawa sendiri secara keseluruhan memiliki 6 jalur dengan pembagian sebagai berikut:

a. Jalur lintas Omi
1 & 2 = terminus untuk arah Yokaichi, Hikone dan Maibara

b. Jalur lintas Kusatsu
1 = arah Tsuge
2 = untuk penyusulan
3 = arah Kusatsu/Kyoto

c. Jalur Shigaraki Railway
1 = arah Shigaraki, diisi rangkaian KA 501D

Di lain pihak, rangkaian KA 534D menunggu waktu keberangkatan dari stasiun Shigaraki di jalur 1 dipandu kode sinyal keluar 22L dengan pemetaan jalur sebagai berikut:

Jalur 1 = arah Kibukawa, diisi rangkaian KA 534D
Jalur 2 = jalur pemberangkatan, terminus
Jalur 3 = jalur simpan, terminus (kosong)

4. Tahap Menuju Bencana

KA 501D mengalami keterlambatan selama 2 menit di stasiun Kibukawa karena menunggu perintah dari pusat kendali, di mana aspek sinyal berwarna hijau diberikan setelah ada kepastian amannya jalur yang akan dilalui.
Di lain pihak, kru Shigaraki Railway mengalami masalah dengan sistem persinyalan di stasiun Shigaraki dalam beberapa hari sebelum kejadian di mana pada keadaan tertentu sinyal keluar arah Kibukawa selalu menunjukkan warna merah, dan dengan asumsi bahwa persilangan dengan KA 501D akan dilakukan di stasiun persinyalan Onotani, pada pukul 10.24 waktu setempat KA 534D diberangkatkan melalui prosedur darurat atau disebut juga sebagai keadaan MS (melanggar sinyal).

KA 501D memasuki sinyal masuk stasiun persinyalan Onotani (12R) kurang lebih 5 menit sebelum benturan, di mana aspek sinyal keluar stasiun tersebut (13R) menunjukkan aspek warna hijau sebagai pertanda petak antara Onotani dan Shigaraki aman untuk dilalui. Di saat yang hampir bersamaan, kru KA 534D yang tiba di Shigarakigushi melihat posisi sinyal keluar stasiun berada pada keadaan warna kuning, yang mana seharusnya menunjukkan warna merah karena keberadaan KA 501D di antara petak jalur tersebut.

Sampai dengan penjelasan sebagaimana tersebut di atas, kesalahan utama terletak pada kru Shigaraki Railway di stasiun Shigaraki yang memberangkatkan KA 534D meskipun sinyal keluar menunjukkan aspek yang sebenarnya (aspek sinyal merah). Akan tetapi, penyebab sesungguhnya dari kecelakaan ini ternyata bukanlah karena kesalahan manusia, namun karena ketiadaan kesepakatan mengenai standar modifikasi sistem persinyalan.

5. Detik-detik Sebelum dan Sesudah Benturan

Dalam waktu bersamaan KA 501D dan KA 534D melaju dalam 1 lajur yang sama dengan arah yang berlawanan, di mana kru Shigaraki Railway di stasiun Shigaraki sedikit merasa cemas dengan keputusan semula memberangkatkan KA 534D tanpa pemberitahuan lanjutan kepada petugas di stasiun Kibukawa. Penumpang kedua KA pun tidak mengetahui bahwa telah terjadi miskomunikasi persinyalan antara kedua stasiun tersebut.

Tanpa upaya pencegahan apapun dari kedua operator, masinis KA 501D melajukan kereta ke arah hilir melewati stasiun persinyalan Onotani hingga mencapai sebuah tikungan tajam yang di sekitarnya dipenuhi rerimbunan pohon-pohon yang merintangi pemandangan di ujung lain tikungan, sehingga tidak melihat keberadaan KA 534D yang tiba-tiba muncul dari arah berlawanan tanpa memberikan isyarat apapun.

Benturan antara kedua KA terjadi sekitar pukul 10.35 waktu setempat, di mana unit SKR 202 yang berada pada posisi paling depan arah Kibukawa menumbur muka kabin masinis unit KiHa 58 1023 dengan kecepatan yang cukup tinggi, sehingga mengakibatkan unit SKR 202 mengalami efek teleskopik (unit terangkat dari rel) karena dorongan dari unit SKR 204 di belakangnya. Empat kru operasional yang berada di kabin masinis terdepan dari kedua KA pun tewas seketika tanpa sempat menyelamatkan diri.

 Situasi beberapa saat pasca benturan (courtesy Sydrose)

Unit SKR 204 juga diketahui mengalami kerusakan serius pada salah satu ujung berkabin masinis, sehingga 4 bulan kemudian bersama unit SKR 202 dinyatakan tidak lagi layak dioperasikan dan dirucat karena kerusakan yang tak dapat diperbaiki oleh pihak Shigaraki Railway. Unit ketiga tidak mengalami kerusakan dan masih dioperasikan hingga saat ini.

Di pihak JR West, hanya 1 unit terdepan yaitu KiHa 58 1023 yang mengalami kerusakan serius berupa patah pada bodi bagian tengah dan kabin masinis yang remuk, sehingga unit tersebut terpaksa dirucat beberapa minggu kemudian. Unit kedua dan ketiga yang berada di belakangnya tidak mengalami kerusakan yang berarti dan masih layak untuk dioperasikan.

Akibat benturan yang dialami kedua KA pada tikungan tersebut, sebanyak 4 kru KA beserta 30 penumpang KA 501D dan 12 penumpang KA 534D tewas, sementara 614 orang mengalami luka-luka yang bervariasi antara luka berat, sedang dan ringan. Kecelakaan ini mengakibatkan penundaan operasional lintas Shigaraki hingga proses investigasi selesai dilakukan.

6. Upaya Pasca Kecelakaan

Proses evakuasi dilakukan dengan mengerahkan crane untuk mengeluarkan sisa-sisa benturan kedua KA dari jalur rel dan menyelamatkan penumpang yang tewas di tempat kejadian maupun yang terluka. Selain itu dilakukan juga pemotongan unit yang mengalami kerusakan guna mengeluarkan korban yang terjepit bodi kereta yang remuk, di mana selama proses evakuasi dilakukan perjalanan KA dari kedua arah sepenuhnya terhenti. Shigaraki Railway sendiri baru memulai operasi kembali pada bulan Desember 1991 dengan menonaktifkan stasiun persinyalan Onotani, sekaligus juga mengurangi beberapa perjalanan KA menjadi satu kali dalam satu jam di mana operasi berlangsung hanya pada satu arah (hulu atau hilir) pada selang waktu tersebut.

Upaya melalui jalur hukum dilakukan terhadap kedua operator yang rangkaiannya terlibat tabrakan di pengadilan distrik Otsu pada 8 tahun setelah kejadian, dan pada tahun 2002 di pengadilan tinggi Osaka pihak JR West menyetujui bahwa perusahaan tersebut telah melakukan kelalaian prosedur operasi sarana dan prasarana perkeretaapian sehingga mengakibatkan kecelakaan.

7. Dampak Terhadap Masyarakat & Sistem Perkeretaapian Setempat

Penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan menunjukkan bahwa terdapat modifikasi sepihak pada sistem interlocking persinyalan di antara kedua operator, yang mana menyebabkan kebingungan pada kru Shigaraki Railway sehingga memberangkatkan KA 534D pada kondisi darurat dengan sistem MS. Selain itu, pada hari yang sama, festival keramik dunia yang diadakan di Shigaraki pun dihentikan untuk sementara selama 1 hari sebagai tindak lanjut dari kecelakaan yang terjadi.

Dampak lainnya dari kecelakaan tersebut yaitu berupa penghentian semua layanan perjalanan terusan ekstra atau non reguler dari operator pecahan grup JNR (JR Hokkaido, JR East, JR Central, JR West, JR Shikoku & JR Kyushu) ke bagian jalur milik operator swasta yang tergolong ke dalam kategori "kelas 3" seperti Kashima Rinkai Railway. JR West sendiri resmi menghentikan layanan perjalanan terusan ke jalur Shigaraki Railway saat operasi di lintas Shigaraki kembali berlangsung normal.

Selain itu, faktor keselamatan unit KRD yang dipergunakan Shigaraki Railway saat terjadi kecelakaan yaitu jenis LE-DC produksi awal pun sempat dipertanyakan, sehingga Fuji Industries melakukan pengembangan lebih lanjut pada produksi model LE-DC berikutnya untuk operator-operator swasta kelas 3 lain dengan peningkatan fasilitas keamanan bagi kru di dalam kabin dan juga pengguna.

Kini, di lokasi tempat terjadinya kecelakaan telah dibangun sebuah monumen peringatan untuk mengenang peristiwa kecelakaan tersebut.

Monumen peringatan tragedi Shigarakigushi, tampak 2 unit SKR 310 melewati rel di samping kanan

Demikianlah bahasan khusus mengenai kecelakaan KA di Shigarakigushi ini, semoga informasi yang diberikan bermanfaat bagi semua pembaca.

Sumber informasi: Sydrose, Sozogaku Data Page
Sumber gambar: Sydrose & Wikimedia Commons

2013-09-26

[Informasi] Rencana Kedatangan KRL JR East Seri 205 (Bagian 1)

Belum lama ini, penulis menerima kabar bahwa dua rangkaian seri 205 bernomor seri HaE 7 (ハエ7) dan HaE 15 (ハエ15) sudah berada di pelabuhan Niigata bagian timur, setelah sebelumnya berada di dipo Takasaki di mana telah dilakukan proses pemindahan dari dipo Kawagoe di lintas Saikyo yang menjadi asal rangkaian tersebut.

Rangkaian yang akan dikirimkan tersebut memiliki formasi 10 unit kereta, yang mana terdiri dari 8 unit kereta dengan 4 pasang pintu dan 2 unit kereta dengan 6 pasang pintu di bagian samping. Seluruh unit yang disertakan dalam pengiriman adalah unit yang sudah digantikan oleh rangkaian E233 batch 7000.

Berikut ini dokumentasi pengiriman yang diperoleh dari salah satu penggemar KA di Jepang:

 
Proses pengiriman unit MoHa 205

 5 unit seri 205, pelabuhan Niigata

Kondisi terkini:

Seri 205, pelabuhan Niigata (courtesy Masaaki Yoshida)

Konfigurasi unit HaE 7:

Kereta 1: KuHa 204-95 (TC2, 4 pintu)
Kereta 2: SaHa 204-39 (T2, 6 pintu)
Kereta 3: SaHa 204-38 (T1, 6 pintu)
Kereta 4: MoHa 204-257 (M2, 4 pintu)
Kereta 5: MoHa 205-257 (M1, 4 pintu)
Kereta 6: MoHa 204-256 (M2, 4 pintu)
Kereta 7: MoHa 205-256 (M1, 4 pintu)
Kereta 8: MoHa 204-255 (M2, 4 pintu)
Kereta 9: MoHa 205-255 (M1, 4 pintu)
Kereta 10: KuHa 205-95 (TC1, 4 pintu)

Konfigurasi unit HaE 15:

Kereta 1: KuHa 204-123 (TC2, 4 pintu)
Kereta 2: SaHa 204-46 (T2, 6 pintu)
Kereta 3: SaHa 204-8 (T1, 6 pintu)
Kereta 4: MoHa 204-337 (M2, 4 pintu)
Kereta 5: MoHa 205-337 (M1, 4 pintu)
Kereta 6: MoHa 204-336 (M2, 4 pintu)
Kereta 7: MoHa 205-336 (M1, 4 pintu)
Kereta 8: MoHa 204-335 (M2, 4 pintu)
Kereta 9: MoHa 205-335 (M1, 4 pintu)
Kereta 10: KuHa 205-123 (TC1, 4 pintu)

Direncanakan 16 rangkaian lainnya akan segera menyusul untuk pengoperasian sarana di lintas Jabodetabek, di mana pengiriman dilakukan secara bertahap menunggu kesiapan rangkaian pengganti dari seluruh rangkaian yang dikirim.

Demikianlah informasi yang dapat penulis sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat.

Pemutakhiran: Berdasarkan informasi terkini, bersama unit HaE 15 telah dikirim juga rangkaian HaE 7 ke tempat yang sama.

2013-09-18

[Topik Khusus] Kecelakaan KRL Seri E233 Chuo Line - E233系0番台中央線~相模湖駅の脱線事故

Belum lama ini, penulis mendapatkan kabar bahwa telah terjadi kecelakaan berupa anjloknya sebuah rangkaian kereta api jenis E233 batch 0 yang beroperasi di jalur Chuo Rapid, yang bertempat di peron stasiun Sagamiko.

Rangkaian teridentifikasi bernomor T 30 (atau disebut juga ToTa 30/トタ 30) dengan konfigurasi dasar KuHa E233-30 sebagai kereta paling belakang khusus penumpang wanita yang mengalami anjlok berjenis trailer berkabin masinis atau berkode TC1, di mana unit lainnya yaitu MoHa E233-30 (M1 dengan 2 pantograf), MoHa E232-30 (M2), MoHa E233-230 (M1), MoHa E232-230 (M2), SaHa E233-530 (T2), SaHa E233-30 (T1), MoHa E233-430 (M1), MoHa E232-430 (M2) dan KuHa E232-30 (TC2) tidak mengalami kerusakan dan tetap berada di atas rel.

Kecelakaan terjadi pada 17 September yang lalu sekitar pukul 10.30 waktu setempat (GMT +9.00), di mana rangkaian E233-0 dari arah Tokyo menuju Takao yang masuk di peron jalur 1 mengalami masalah saat pengereman dan keluar dari rel setelah melakukan gerak menikung. Saat berita ini ditulis, peron dari kedua arah (Tokyo dan Takao) sudah dapat digunakan kembali untuk melayani penumpang, dikarenakan saat terjadi anjlok hanya peron jalur 2 yang dapat beroperasi.

Saat kejadian, diketahui di dalam rangkaian terdapat 100 orang penumpang secara keseluruhan (tidak termasuk kru KA yang sedang bertugas), namun tidak ada seorang pun yang mengalami cedera serius.

Berikut ini adalah dokumentasi dari sebuah sumber beberapa saat setelah terjadi insiden anjlok:


Beberapa sumber lain yang belum dipastikan kebenarannya menyebutkan bahwa kemungkinan terdapat gangguan pada jalur berupa bantalan rel yang bergeser, sehingga menyebabkan roda sebelah kanan kereta terakhir keluar dari rel.

Demikian informasi ini penulis sampaikan, semoga bermanfaat.

Sumber informasi / 情報原因 : Japan Broadcasting Corporation

Sumber dokumentasi / 画像原因 : hamanakonowani

2013-09-16

[Informasi] Rekapitulasi Sarana Perkeretaapian Komuter Jabodetabek (Per Juli 2013)

Berikut ini penulis sajikan rekapitulasi data sarana yang dikelola penggunaannya oleh PT. KAI Commuter Jabodetabek sebagai penyelenggara layanan jasa angkutan komuter berbasis rel di Jabodetabek.

Data yang penulis berikan ini merupakan data yang diperoleh sampai Juli 2013, diurutkan berdasarkan tahun kedatangan pertama (khusus untuk KRL eks Jepang) atau tahun produksi pertama (untuk KRL buatan PT. Industri Kereta Api Madiun/INKA) yang dicantumkan dalam tanda kurung.

Catatan: Daftar KRL di bawah ini masih seputar KRL dengan fasilitas pendingin ruangan (AC), untuk KRL tanpa pendingin ruangan dan yang sudah direhabilitasi tetapi belum diuji coba akan ditambahkan kemudian.

A. Sarana Siap Operasi

Terdiri dari perincian berikut:

1. KRL impor bekas-pakai dari Jepang
  • Seri Toei 6000 (2000): 70 unit (22 unit kereta berkabin masinis, termasuk kabin modifikasi)
  • Seri JR East 103 (2004): 16 unit (8 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyo Metro 5000 (2006): 24 unit (6 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Toyo Rapid 1000 (2006): 24 unit (6 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyu 8000 (2005): 24 unit (6 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyu 8500 (2006): 64 unit (16 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyo Metro 7000 (2010): 32 unit (8 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyo Metro 05 (2010): 56 unit (14 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri JR East 203 (2011): 40 unit (10 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri Tokyo Metro 6000 (2011): 104 unit (26 unit kereta berkabin masinis)
2. KRL produksi INKA
  • Seri KRL-I (2001): 8 unit (4 unit kereta berkabin masinis)
  • Seri KFW I-9000 Bombardier (2010): 20 unit (10 unit kereta berkabin masinis)
Total sarana siap operasi: 482 unit 

B. Sarana Cadangan *)

Terdiri dari perincian berikut:
  • Seri Tokyo Metro 5000 (2006): 6 unit
  • Seri Toyo Rapid 1000 (2006): 6 unit
  • Seri Tokyo Metro 7000 (2010): 8 unit
  • Seri Tokyo Metro 05 (2010): 16 unit
  • Seri JR East 203 (2011): 10 unit
  • Seri Tokyo Metro 6000 (2011): 26 unit
Total sarana cadangan: 72 unit

C. Sarana Tidak Siap Operasi & Tidak Siap Guna Operasi

Terdiri dari perincian berikut:
  • Seri Toei 6000 (2000): 2 unit (Tidak Siap Guna Operasi), penyebab karena kecelakaan antar KRL
  • Seri Tokyo Metro 05 (2010): 8 unit (Tidak Siap Operasi), penyebab karena anjlok
Total sarana tidak siap operasi: 10 unit

D. Sarana Pasca Rehabilitasi (Dalam Tahap Uji Coba)

Terdiri dari perincian berikut:
  • Seri Holec AC: 8 unit (2 unit kereta berkabin masinis)
Total sarana hasil rehabilitasi: 8 unit

*) berupa unit kereta tengah yang tidak digunakan dalam operasi normal karena keterbatasan panjang peron

Demikian laporan yang dapat penulis sampaikan pada kesempatan ini, semoga bermanfaat.

Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan data di atas, silakan mencantumkan koreksi data pada kolom komentar yang tersedia.

2013-09-10

Anime Songs: träumerei (Gen-ei o Kakeru Taiyō OP Theme - 幻影ヲ駆ケル太陽 OP歌曲)

This time I give a new easy-listening song from summer ongoing animation series, which deserves especially for Japanese music lovers and language learners (and the current purpose of Japanese learning is the main point of disclaimer too).

Enjoy the heart of language ~ ^_^

As usual, if you didn't know how to read either kana or kanji letters in Japanese,  I had already given text and language translation (sorry if the translation was wrong though).


video

träumerei
Gen-ei o Kakeru Taiyō Opening Theme


Vocal: LiSA
Lyrics & Composer: Hideo Nekota
Arranger: akkin


奪って スローモーション倒れ込んだ夜
Ubatte surōmoshōn taore konda yoru
One night, I collapsed with pain in slow motion

ギュッとした僕の胸から磨り減ったリズム
Gyutto shita boku no mune kara surihetta rizumu
My heart used to be strong, and it is broken now


残像と彷徨いながら手に入れた眼は
Zanzō to samayoi nagara te ni ireta me wa
I wandered with afterimages of my dreams 

透明な愛を濁して映し出して行った
Tōmei na ai o nigo shite utsushidashite itta
And my eyes behold a faint love which defiled themselves 


廻る孤独な未来
Mawaru kodoku na mirai
The future shifts with lonesome

背負っても奥歯を鳴らして進め
Seotte mo okuba o narashite susume
We carry the future and press on ahead 


空を突き刺す
Sora o tsukisasu
The sky will breaks

光になって
Hikari ni natte
With light that I will become

星に刃を溜めて
Hoshi ni ha o tamete
And push blades into stars


零れ落ちそうな
Kobore ochi sō na
When it seems

傷を全部
Kizu o zenbu
Like my wounds 

彼方に拭い去って
Kanata ni fui satte
That were incurred in vain 


生まれ変われば  時の螺旋は
Umare kawareba toki no rasen wa
On the endless reborn cycle of life I will shed them 

違う道を示す解けて
Chigau michi o shimesu tokete
To find a different way for us


包み込まれて繋ぎ合って
Tsutsumi komarete tsunagi atte
I will wrap you in my arms and hold your hand 

また結ばれて始まる
Mata musubarete hajimaru
So that something new can begin 


揺らいだ蝶々の後にぶら下がった運命
Yuraida chōchō no nochi ni burasagatta unmei
The fate given to me after the butterfly flapped wings

幻想に取り憑かれたまま見失った現実
Gensō ni tori tsukareta mama miushinatta genjitsu
It was the reality I had lost while taken by illusion


太陽に憧れたのは君みたいだから
Taiyō ni akogareta no wa kimi mitai dakara
I admired the sun because it was similar to you

太陽を遮ったのは君みたいだから
Taiyō o saegitta no wa kimi mitai dakara
I rejected the sun because it was similar to you


風を両手に受けて
Kaze o ryōte ni ukete
I open my hands wide against the wind

無くした羽根をイメージで広げ
Nakushita hane o imēji de hiroge
And spread out the wings I had lost already, if only by imagination


闇を切り裂き
Yami o kirisaki
The darkness shattered

月を掠め
Tsuki o kasume
With the moon grazed

舞い上がった欠片には
Maiagatta kakera ni wa
So the piece flew off already


錆びて消えそうな
Sabite kie sō na
The sands filled

瓦落多だけ
Garakuta dake
By some unnecessary things

記憶の砂が溢れる
Kioku no suna ga afureru
With faint memories  


本当の自由の意味を知った
Hontō no jiyū no imi o shitta
I came to understand what the meaning of true freedom

ひとつになってく身体と心
Hitotsu ni natte ku karada to kokoro
The heart and body joined together by self 

放たれた失望も希望も
Hanata reta shitsubō mo mare sumeragi mo
Now I can feel and touch the despair and hope 

今は触れられる
Ima wa furerareru
Which already released


空を突き刺す
Sora o tsukisasu
The sky will breaks

光になって
Hikari ni natte
With light that I will become

星に刃を溜めて
Hoshi ni ha o tamete
And push blades into stars


零れ落ちそうな
Kobore ochi sō na
When it seems

傷を全部
Kizu o zenbu
Like my wounds 

彼方に拭い去って
Kanata ni fui satte
That were incurred in vain 


生まれ変われば  時の螺旋は
Umare kawareba toki no rasen wa
On the endless reborn cycle of life I will shed them 

違う道を示す解けて
Chigau michi o shimesu tokete
To find a different way for us


包み込まれて繋ぎ合って
Tsutsumi komarete tsunagi atte
I will wrap you in my arms and hold your hand

また結ばれて始まる... さぁ
Mata musubarete hajimaru... sā
So that something new can begin... after then